Rupiah Lanjutkan Tren Melemah Jelang Hasil RDG-BI Hari Ini

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melanjutkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) hari ini, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, rupiah dibuka stagnan di level Rp16.956 per dolar AS, kemudian berbalik melemah. Hingga pukul 10:30 WIB, rupiah terpantau berada di level Rp16.965 per dolar AS.

Pelemahan rupiah masih dipicu sentimen dari luar negeri, terutama polemik antara AS dan Uni Eropa (UE) terkait Greenland, yang kini meluas ke perang tarif.

Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan memberlakukan kenaikan tarif impor sebesar 10 persen mulai 1 Februari 2026 terhadap 8 negara eropa, yang dinilai menentang rencana AS mengendalikan Greenland.

Adapun ke-8 negara eropa tersebut, yaitu Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda dan Finlandia. Ke-8 negara eropa ini telah mengirimkan pasukan militer dalam skala kecil ke Greenland, dan meminta AS tidak melanjutkan rencana mengambil-alih negara tersebut yang berstatus semi-otonom di bawah kedaulatan Denmark.

Sementara dari dalam negeri, investor menerapkan sikap menunggu hasil RDG-BI, yang akan memutuskan kebijakan moneter, termasuk suku bunga acuan atau BI-Rate.

Sejumlah pengamat menilai dengan ketidakpastian global yang meningkat akibat polemik Greenland, RDG-BI kemungkinan akan mempertahankan BI-Rate di kisaran 4,75%. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Bergerak Variatif, Investor Tunggu Hasil RDG BI

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Menguat Jelang Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Suku Bunga Diprediksi Ditahan

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar...

Harga Emas Antam Turun Rp10.000 Imbas Tingginya Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Greenpeace Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran: Krisis Iklim Bikin Biaya Hidup Makin Mahal

BRIEF.ID - Greenpeace Indonesia mengkritik penanganan krisis iklim selama...