Rupiah Ditutup Menguat di Rp17.897 per Dolar AS, Sinyal Fundamental Ekonomi Indonesia Membaik

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat ke level Rp17.897 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (7/8/2026).

Penguatan rupiah sebesar 26 poin atau 0,14% dibandin level Rp17.923 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (6/8/2026), dinilai menjadi sinyal fundamental ekonomi Indonesia membaik.

Hal itu, sekaligus menunjukkan semakin membaiknya sentimen investor terhadap aset domestik setelah rilis data cadangan devisa menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia tetap solid.

Pada hari ini, Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa Indonesia menyusut US$0,3 miliar menjadi US$145,3 miliar pada Juli 2026 dibandingkan US$145,6 miliar pada Juni 2025.

Meski menyusut secara bulanan atau month-to-month (mtm), posisi cadangan devisa Indonesia dinilai masih kuat, dan tetap mampu menjadi bantalan utama dalam menjaga stabilitas eksternal.

Data cadangan devisa tersebut, juga memperkuat keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,10% pada kuartal II 2026.

Hal ini, ditandai dengan arus masuk dana asing (capital inflow) ke pasar obligasi dan saham. Hari ini, IHSG ditutup melesat lebih dari 1% ke level 6.400.

Seperti diketahui, posisi cadangan devisa menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam menilai ketahanan ekonomi suatu negara.

Di tengah meningkatnya volatilitas pasar global akibat ketidakpastian arah suku bunga dunia dan risiko geopolitik, ketersediaan cadangan devisa yang memadai memperkuat kepercayaan pasar terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar, serta memenuhi kewajiban eksternalnya.

Selain itu, penguatan rupiah juga ditopang sentimen positif terkait upaya AS, Iran, dan Oman untuk segera membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Kesepakatan antara Iran dan Oman dikabarkan telah mencapai tahap akhir, dan secara prinsip telah mencakup seluruh isu yang dibahas. Sementara AS terus menjalin komunikasi untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa kesepakatan terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz sudah dekat dan pemerintahannya terus berkomunikasi dengan Iran. 

Pasar keuangan global bereaksi positif terhadap kabar tersebut, termasuk mata uang ASia. Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

Adapun mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS, antara lain Won Korea Selatan (0,32%), Dolar Taiwan (0,17%), Dolar Singapura (0,14%), Baht Thailand (0,13%), dan Yuan Tiongkok (0,03%). (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Akhir Pekan Ditutup Tembus Level 6.400 Ditopang Saham LQ45

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Laga Hidup Mati, Indonesia Wajib Menang Lawan Singapura

BRIEF.ID - Tim Nasional Indonesia menghadapi misi sulit melawan...

Tundukkan Persib Lewat Drama Adu Penalti, Persebaya Segel Gelar Juara Piala Presiden 2026

BRIEF.ID - Persebaya Surabaya sukses mengamankan trofi Piala Presiden...

995 Senjata Api Ditemukan di Bunker Sekolah, TB Hasanuddin Desak Polisi Usut Asal-Usulnya

BRIEF.ID - Penemuan 995 pucuk senjata api di sebuah...