Rupiah Dibuka Menguat Usai Libur Hari Lahir Pancasila, Tekanan Jual di Pasar Obligasi Masih Berlanjut

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), pada perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2026), seusai libur peringatan Hari Lahir Pancasila.

Di pasar spot, kurs rupiah dibuka menguat tipis 0,02% ke level Rp17.865 per dolar AS. Tak lama berselang, nilai tukar rupiah berbalik arah ke zona merah.

Nilai tukar rupiah terpantau berbalik melemah 0,03% ke level Rp17.880 pada pukul 09:07 WIB. Hingga pukul 10:15 WIB, kurs rupiah tercatat berada di levek US$17.883 per dolar AS.

Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia pada sesi pagi perdagangan hari ini, dipimpin Won Korea Selatan yang terkoreksi 0,26% terhadap dolar AS.

Kabar mengenai hasil perundingan damai AS dan Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah, yang masih simpang siur, membuat harga minyak dunia dan dolar AS kembali melonjak.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan negosiasi dengan Iran masih berjalan, termasuk untuk pembukaan Selat Hormuz, yang kemungkinan akan menghasilkan kesepakatan pada pekan ini.

Sementara media Iran melaporkan negosiasi dengan AS ditunda, karena Israel terus menggempur Lebanon, ketika gencatan senjata selama 60 hari telah disepakati.

Kabar tersebut, membuat harga minyak dunia kembali melonjak. Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia jenis brent ditutup naik 4,24% menjadi US$ 94,98 per barel.

Ketidakpastian kapan dibukanya Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia, membuat investor menghindari risiko berinvestasi di emerging market, termasuk Indonesia.

Tekanan terhadap rupiah semakin kuat, karena investor masih menyoroti inkonsistensi kebijakan dan munculnya berbagai sinyal yang kurang memberikan kepastian terhadap arah pengelolaan ekonomi ke depan. 

Hal itu, terlihat dari arus modal keluar (capital outflow) yang masih berlanjut di Pasar Obligasi, ditandai dengan melonjaknya imbal hasil (yiels) Surat Utang Negara (SUN).

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran level Rp17.800 per dolar AS hingga Rp17.900 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Wamen Koperasi Klaim KDKMP Jadi Lokomotif Ekonomi Desa, Ini Tantangannya

BRIEF.ID – Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyatakan Koperasi...

IHSG Melesat ke Level 5.300 Imbas BI-Rate Ditahan di Kisaran 5,75%

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Bakom Klaim Pemerintah Prabowo Pro-Buruh, Upah Naik 6,5 Persen dan Potongan Ojol 8 Persen

BRIEF.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan mengklaim...

Pemerintah Bekukan Izin 6 Perusahaan Terkait Karhutla, 7.531 Hektare Lahan Terbakar

BRIEF.ID - Kementerian Kehutanan membekukan izin enam perusahaan yang...