BRIEF.ID – Harga emas dunia menguat hampir 2% pada perdagangan Selasa (21/7/2026), setelah beberapa kali menguji level psikologis US$ 4.000 per troy ons dan berhasil mempertahankan posisinya di atas level itu.
Penguatan didorong oleh kombinasi faktor teknikal, meningkatnya permintaan aset safe haven, serta sentimen geopolitik yang masih membayangi pasar global.
Harga emas spot naik sekitar 1,6% ke level US$ 4.068,29 per troy ons, sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup menguat 1,5% di US$ 4.076,40 per troy ons. Secara teknikal, keberhasilan emas bertahan di atas level US$ 4.000 menjadi sinyal positif yang membuka peluang penguatan lebih lanjut.
Pelaku pasar menilai logam mulia kembali menarik minat investor setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik Amerika Serikat dan Iran, mendorong investor kembali mencari aset yang dinilai lebih aman. Di saat yang sama, aksi beli teknikal (short covering) turut memperkuat kenaikan harga emas.
Meski demikian, prospek kenaikan emas masih dibatasi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tetap tinggi serta peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang masih menjadi faktor yang menahan laju penguatan logam mulia. (nov)
Analis memperkirakan selama harga emas mampu bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ons, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju kisaran US$4.100–US$4.200 per troy ons tetap terbuka. Namun, arah pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik dan hasil pertemuan The Fed pekan depan. (nov)


