Dolar AS Menguat, Poundsterling Tertekan dan Yen Dekati Level Terendah

BRIEF.ID – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia, pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Penguatan dolar didorong meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran pada prospek ekonomi global.

Sentimen pasar juga dipengaruhi  meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang mendorong investor mengalihkan dana ke aset-aset yang dinilai lebih aman, termasuk dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika.

Di sisi lain, mata uang poundsterling berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Inggris. Investor mencermati prospek pembiayaan anggaran pemerintah dan tingginya kebutuhan penerbitan obligasi, yang memicu kekhawatiran keberlanjutan fiskal negara tersebut.

Sementara itu, yen Jepang kembali melemah hingga mendekati level terendah dalam hampir 40 tahun terhadap dolar AS. Pelemahan yen dipicu oleh masih lebarnya selisih suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat, di mana Bank of Japan (BoJ) masih mempertahankan kebijakan moneter yang relatif longgar, sedangkan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga pada level tinggi.

Perbedaan arah kebijakan moneter tersebut terus mendorong arus modal keluar dari yen menuju aset berdenominasi dolar yang menawarkan imbal hasil lebih menarik. Kondisi ini membuat yen tetap berada di bawah tekanan meskipun otoritas Jepang terus memantau volatilitas di pasar valuta asing.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah agenda penting, termasuk hasil pertemuan Federal Reserve pekan depan dan perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah. Kedua faktor tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan dolar AS serta mata uang utama lainnya dalam jangka pendek.

Kalangan analis menilai selama ketidakpastian global masih tinggi dan ekspektasi suku bunga AS tetap bertahan pada level yang relatif tinggi, dolar AS berpeluang mempertahankan penguatannya terhadap sebagian besar mata uang utama dunia. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemilihan Rektor Unsrat 2026, Prof. Grace Dinilai Memenuhi Seluruh Persyaratan

BRIEF.ID– Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof. Ir. Marthin...

Harga Bitcoin Tembus US$ 66.000

BRIEF.ID – Harga Bitcoin kembali menguat dan menembus level...

Harga Emas Naik Hampir 2%, Bertahan di Atas Level Kunci US$ 4.000 per Troy Ons

BRIEF.ID – Harga emas dunia menguat hampir 2% pada...

Trump Berlakukan Tarif 100% Obat Generik Impor Mulai 2028

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan...