IHSG Menguat Tembus Level 6.200, Terbaik di Bursa Asia Hari Ini

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat hingga menembus level psikologis 6.200, dan menjadi yang terbaik di Bursa Asia pada perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2026). 

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 1,35% atau 82,62 poin ke level 6.210. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,83% atau 5,05 poin ke posisi 616,22.

Meski demikian, penguatan IHSG perlahan terkikis. Hingga pukul 10:45 WIB, IHSG terpantau berada di level 6.170, menguat 0,72%. Selama 1 jam 45 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.264, dan level terendah di 6.161.

Data perdagangan BEI menunjukan sebanyak 302 saham naik harga, 334 saham turun harga, dan 178 saham tidak mengalamiperubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan terpantau mencapai 14,643 miliar lembar,d engan frekuensi transaksi sebanyak 1.221.514 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp12,100 triliun.

Penguatan IHSG hari ini, lebih dipengaruhi sentimen dari dalam negeri, seiring dimulainya pengoperasian PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN ekspor untuk mendukung kebijakan ekspor satu pintu komoditas strategis mulai 1 Juni 2026.

Pada tahap awal, kebijakan ekspor 1 pingtu diberlakukan untuk komoditas batubara, Crude Palm Oil (CPO), dan ferro alloy yang menyumbang sekitar US$66,1 miliar atau 23,4% total ekspor nasional.

Untuk mendukung repatriasi devisa, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, telah menawarkan insentif PPh hingga 0% bagi eksportir yang menempatkan DHE SDA di dalam negeri, sekaligus memberikan relaksasi penempatan maksimal 30% DHE di bank non-Himbara selama 3 bulan bagi eksportir yang memiliki perjanjian bilateral dengan negara mitra dagang.

Sentimen positif juga datang dari kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat stabilisasi Rupiah melalui intervensi pasar valas, pembelian SBN, dan pembatasan pembelian valas tanpa underlying hingga US$25.000 dolar AS, yang efektif mulai Juni 2026.

Dari sektor keuangan, LPS mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan untuk periode Juni–September 2026 di level 3,50% (bank umum Rupiah), 6,00% (BPR), dan 2,00% (Valas).

Meski demikian, IHSG dibayangi sentimen negatif terkait rilis data inflasi Indonesia Mei 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 2,94% secara tahunan atau year–on–year (yoy), dan surplus neraca perdagangan yang berpotensi menyusut menjadi US$1,31 miliar.

Selain itu, ketidakpastian perundingan damai untuk mengakhiri konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran juga turut mempengaruhi arus modal masuk (capital inflow) di pasar saham Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat di kisaran level support 6.180 hingga level resistance 6.280. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Dibuka Menguat Usai Libur Hari Lahir Pancasila, Tekanan Jual di Pasar Obligasi Masih Berlanjut

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah dibuka menguat terhadap...

Harga Emas Antam Turun ke Rp2.774.000 per Gram Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

SpaceX Sisihkan 5% Saham IPO untuk Karyawan Tertentu

BRIEF.ID – Perusahaan teknologi antariksa asal Amerika Serikat, SpaceX...

Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air

BRIEF.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara bertahap...