Rupiah Bergerak Variatif Dipengaruhi Inflasi AS dan Pelemahan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak variatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (26/6/2026). Hal itu, dipengaruhi lonjakan inflasi AS pada Juni 2026, dan pelemahan harga minyak dunia.

Berdasarkan data transaksi antarbank atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah melemah ke level Rp17.955 per dolar AS pada sesi I penutupan hari ini, sekitar pukul 12:00 WIB.

Meski demikian, pelemahan nilai tukar rupiah menyusut dibandingkan posisi Rp17.988 pada pembukaan perdagangan hari ini.

Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,23% ke level Rp17.969 per dolar AS. Pelemahan rupiah tersebut, dipicu lonjakan indeks dolar AS.

Pada sesi pagi perdagangan hari ini, indeks dolar AS berada di level 101,53. Penguatan indeks dolar AS dipicu lonjakan inflasi AS ke level 4,1%.

Hal itu, membuat pelaku pasar semakin yakin Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (Bps) secara bertahap hingga akhir Desember 2026.

Kenaikan suku bunga The Fed atau Fed Funds Rate (FFR) tak terhindarkan untuk meredam gejolak inflasi AS akibat kenaikan harga barang beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, pelemahan rupiah menyusut seiring sentimen positif pelemahan harga minyak dunia, seiring mulai dibukanya Selat Hormuz untuk dilalui kapal-kapal tanker.

Seperti dilansir Reuters, harga minyak dunia jenis Brent turun 0,25% atau 19 sen ke level US$75,07 per barel. Sedangkan harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat (AS) melemah 0,18% atau 13 sen menjadi US$71,79 per barel.

Hingga sesi siang hari ini, harga minyak dunia jenis Brent terus melemah, dan terpantau berada di level US$74,59 per barel, seiring laporan pelayaran kapal tanker dari berbagai negara lancar melewati Selat Hormuz.

Terkait dengan itu, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak variatif pada perdagangan hari ini, dengan kecenderungan menguat terbatas. Rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran level Rp17.870 per dolar AS hingga Rp17.970 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Terpuruk ke Level 5.800, Saham Telkom dan Astra Banyak Dilepas

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Minyak Dunia Turun ke US$75 per Barel, Selat Hormuz Mulai Dibuka

BRIEF.ID - Harga minyak dunia turun ke level US$75...

Dunia Dilanda 3 Gempa Besar di 3 Negara dalam Hitungan Jam, Ahli Tegaskan Tidak Saling Berkaitan

BRIEF.ID - Tiga gempa besar yang mengguncang California Utara,...

Morgan Stanley: Produksi Mobil Tiongkok Mendekati Titik Terendah

BRIEF.ID – Kalangan produsen mobil Tiongkok diperkirakan mulai mendekati...