BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk ke level 5.800 pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Jumat (26/6/2026).
Pelemahan IHSG terutama dipicu aksi lepas saham yang dilancarkan investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII).
Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,19% atau 11,30 poin ke level 6.010. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,12% atau 0,71 poin ke posisi 587,04.
Namun IHSG perlahan berbalik arah ke zona merah, hingga terhempas dari level 6.000, dan ditutup melemah di level 5.800 pada akhir sesi I perdagangan.
Pelemahan IHSG masih berlanjut di sesi II perdagangan, seiring aksi jual yang terus dilakukan investor terhadap saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar.
Hingga pukul 13:00 waktu JATS, IHSG terpantau menguat 2,73% atau 163,92 poin ke level 5.835. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.045, dan level terendah di 5.830.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 593 saham turun harga, 91 saham naik harga, dan 123 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 11,702 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 933.351 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,390 triliun.
Saham-saham berkapitalisasi besar yang ramai dilepas investor, antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Harga TLKM terpantau turun 3,60% atau Rp90 menjadi Rp2.410 per lembar, dan ASII melemah 3,66% atau Rp180 menjadi Rp4.740 per lembar.
Sedangkan harga BBNI terkoreksi 3,58% atau Rp120 menjadi Rp3.230 per lembar, dan INCO merosot 3,97% atau Rp180 menjadi Rp4.350 per lembar.
Pergerakan IHSG masih dipengaruhi pelemahan rupiah seiring lonjakan inflasi AS. Meskipun ada penurunan harga minyak dunia, lonjakan indeks dolar AS membuat investor memilih meninggalkan bursa saham emerging market, termasuk Indonesia.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak variatf dengan kecenderungan melemah di kisaran level support 5.800 hingga level resistance 6.100. (jea)


