BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/8/2026), diperkirakan bergerak sideways dalam rentang 6.300-6.450. Pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen domestik, termasuk perkembangan ekonomi dan daya beli masyarakat.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, secara teknikal IHSG memiliki level resistance di 6.450, pivot 6.400, dan support 6.300. Sejumlah saham yang menjadi pilihan utama antara lain PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (10/8/2026), IHSG ditutup melemah 0,69% ke level 6.365,37. Indeks sempat bergerak menguat pada sesi awal perdagangan, namun kehilangan momentum hingga akhirnya ditutup di zona merah.
Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diajukan Presiden belum mampu mendorong penguatan IHSG pada penutupan perdagangan. Namun, sentimen tersebut turut memberikan dorongan terhadap penguatan nilai tukar rupiah.
“Secara teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG membentuk Death Cross di area overbought serta mulai terjadi penyempitan histogram positif MACD. Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.300-6.450,” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas.
Keyakinan Konsumen Menurun
Dari sisi ekonomi domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kembali mengalami penurunan pada Juli 2026. IKK tercatat sebesar 116,8, turun dari 117,8 pada Juni 2026. Penurunan tersebut menjadi yang ketiga secara berturut-turut dan membawa indeks ke level terendah sejak April 2025.
Penurunan terutama dipengaruhi oleh melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE), yang turun menjadi 107,9 dari sebelumnya 109,2. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga turun menjadi 125,7 dari 126,4.
Meski mengalami penurunan, IKK masih berada di zona optimistis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat keyakinan konsumen terhadap perekonomian masih relatif positif.
Penjualan Sepeda Motor Meningkat
Di tengah penurunan keyakinan konsumen, penjualan sepeda motor justru menunjukkan pertumbuhan positif. Penjualan sepeda motor pada Juli 2026 tercatat meningkat 8,3% secara tahunan (YoY) menjadi sekitar 636 ribu unit, setelah sebelumnya tumbuh 1,1% YoY pada Juni 2026.
Capaian tersebut merupakan level penjualan bulanan tertinggi sejak Oktober 2014. Kinerja ini terjadi di tengah mulai meredanya tekanan inflasi pada Juli 2026.
Secara kumulatif, penjualan sepeda motor sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 3,77 juta unit atau tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor nasional pada 2026 relatif stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa diperkirakan masih akan cenderung terbatas. Investor akan mencermati kemampuan indeks bertahan di atas level support 6.300 sekaligus menguji resistance 6.450. (nov)


