BRIEF.ID – Menteri Luar Negeri Sugiono memanfaatkan rangkaian High-Level Week Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) di New York, Amerika Serikat, untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2029-2030.
Upaya itu dilakukan melalui serangkaian pertemuan bilateral maupun multilateral dengan negara-negara sahabat Indonesia di sela agenda utama SMU PBB. Kampanye pencalonan Indonesia memang telah menjadi salah satu agenda diplomasi RI dalam Sidang Umum PBB tahun ini.
“Saya juga menggunakan berbagai pertemuan tersebut untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030,” tutur Sugiono dalam keterangan resminya, Kamis (24/9).
Salah satu forum yang dimanfaatkan adalah pertemuan tingkat menteri ASEAN dan Pacific Alliance. Forum tersebut mempertemukan negara-negara ASEAN dengan empat anggota Pacific Alliance, yakni Meksiko, Kolombia, Peru, dan Chile.
Pertemuan itu tidak secara khusus hanya membahas pencalonan Indonesia. Para peserta membicarakan penguatan kemitraan kedua kawasan melalui kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata, digitalisasi, dan smart cities.
Di sela agenda tersebut, Sugiono juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Inggris, dan Belanda. Selain itu, dia menggelar sejumlah pertemuan pull-aside dengan menteri luar negeri dari negara lainnya.
Sugiono juga bertemu dengan Rebeca Grynspan, kandidat Sekretaris Jenderal PBB yang dinominasikan Kosta Rika. Dia kemudian mengikuti pertemuan trilateral bersama Belanda dan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix.
Berbagai pertemuan tersebut membahas isu yang lebih luas, mulai dari hubungan bilateral hingga persoalan regional dan global. Artinya, diplomasi Indonesia di New York tidak semata diarahkan untuk mencari dukungan bagi kursi DK PBB.
Pemerintah juga menyatakan rangkaian diplomasi tersebut diarahkan untuk memastikan kepentingan nasional tetap masuk dalam pembahasan kerja sama internasional.
“Pertemuan-pertemuan dan potensi-potensi yang kita bahas tentunya akan terus kita dorong untuk dapat memberikan manfaat konkret bagi pembangunan dan masyarakat Indonesia,” kata Sugiono.
Upaya merebut kursi DK PBB bukan agenda yang baru dimulai tahun ini. Kemlu sebelumnya menyatakan Indonesia akan menggiatkan kampanye pencalonan tersebut dan menawarkan kontribusi dalam kerja sama multilateral serta pembangunan perdamaian global.
Indonesia juga memiliki rekam jejak sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Indonesia pernah menduduki posisi tersebut pada periode 1973-1974, 1995-1996, 2007-2008, dan 2019-2021, termasuk memegang presidensi DK PBB pada Agustus 2020.
Dalam pencalonan periode 2029-2030, pemerintah menyatakan Indonesia ingin mendorong isu seperti penjagaan perdamaian, diplomasi preventif, pencegahan konflik, serta perlindungan warga sipil. Namun, keputusan mengenai komposisi anggota DK PBB tetap bergantung pada proses pemilihan di Majelis Umum PBB yang dijadwalkan pada 2028.
Agenda Sugiono di New York masih berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Dia dijadwalkan mengikuti sejumlah pertemuan yang membahas perdamaian dan keamanan, Palestina, pembangunan, lingkungan, perlindungan pekerja kemanusiaan, hingga peacebuilding.
“Saya akan mengikuti berbagai pertemuan yang membahas isu perdamaian dan keamanan, Palestina, pembangunan, lingkungan, perlindungan pekerja kemanusiaan hingga peace building,” ujar Sugiono. (ayb)


