BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah anjok hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026), sekaligus mencetak rekor baru terendah sepanjang masa.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah dibuka melemah 0,16% atau 29,0 poin ke level Rp17.995 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.966 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terus berlanjut, hingga anjlok 0,27% menembus level Rp18.015 per dolar AS sekitar pukul 09:16. Hingga pukul 10:00 WIB, rupiah Jisdor terpantau berada di level Rp18.023 per dolar AS.
Sementara di Pasar Spot, nilai tukar rupiah juga dibuka melemah di level Rp17.995 per dolar AS. Pada pukul 09:16 WIB, kurs rupiah di pasar spot menembus level Rp18.000 per dolar AS.
Perkembangan terbaru konflik Timur Tengah, seiring aksi saling serang yang dilancarkan AS dan Iran, membuat harga minyak dunia dan indeks dolar AS melonjak hingga menekan pasar keuangan global.
Pelemahan rupiah juga semakin diperparah oleh sentimen domestik, yang dipengaruhi keraguan investor terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global, yang telah memicu lonjakan inflasi dan beban biaya energi.
Selain itu, rumor seputar dokumen Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang menurunkan peringkat investasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frongtier Market, juga menjadi sorotan investor.
Foto dokumen MSCI yang beredar di media sosial dan viral, menimbulkan pertanyaan investor tentang peringkat investasi Indonesia, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari MSCI.
Terkait dengan kombinasi sentimen negatof dari dalam dan luar negeri, nilai tukar rupiah hari ini diprediksi masih melanjutkan tren melemah di kisaran level Rp17.900 per dolar AS hingga Rp18.050 per dolar AS. (jea)


