KPK Tahan Wamen Impas Silmy Karim

BRIEF.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Impas) Silmy Karim, pada Kamis (4/6/2026).

Penahanan Silmy dilakukan setelah penyidik KPK melakukan pemeriksaan sejak Rabu (3/6/2026). Silmy terlihat mengenakan rompi tahanan warna orange saat turun dari ruang penyidik KPK, pada sekitar pukul 08.37 WIB dan langsung digiring menuju mobil tahanan KPK.

Kasus ini bermula saat KPK mengonfirmasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat. OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pengurusan izin tinggal warga negara asing, yakni Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

Dalam operasi yang dilakukan selama 2-3 Juni 2026, KPK menangkap 17 orang yang terdiri atas delapan penyelenggara negara atau aparatur sipil negara, serta sembilan pihak swasta yang berperan sebagai perantara dalam pengurusan dokumen-dokumen keimigrasian.

Beberapa orang yang ditangkap, di antaranya Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah; Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat; Jaya Saputra yang sempat menjabat Direktur Izin Tinggal dan Status Keimigrasian periode November 2024-Oktober 2025; dan Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi periode Oktober 2024-April 2025, Saffar Muhammad Godam.

Sementara itu, Silmy menyerahkan diri dengan mendatangi KPK pada Rabu (3/6/2026) malam. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Minyak Naik, Konflik AS-Iran dan Ancaman Houthi Picu Kekhawatiran

BRIEF.ID – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan...

Bursa Wall Street Ditutup Menguat, Saham Chip dan AI Pimpin Reli Pasar

BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street, New York, Amerika...

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Investor Cermati Keputusan BI  

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih...

Piala Dunia 2026 Usai, Ini Hal-hal Menarik Sepanjang Turnamen

BRIEF.ID - Piala Dunia 2026 telah usai, di mana...