BRIEF.ID – Rumah Sakit Gregorio Marañón di Madrid, Spanyol, berhasil melakukan terobosan dalam bidang rekonstruksi tulang dengan menciptakan prostesis tulang metamaterial personal yang dirancang khusus untuk kebutuhan seorang pasien.
Dikutip dari laman Euronews.com, Minggu (16/8/2026), implan tersebut berhasil ditanamkan pada seorang pasien berusia 38 tahun yang menderita sarkoma pada tulang tibia, sehingga memungkinkan pasien mempertahankan kakinya dan menghindari amputasi.
Prostesis merupakan implan metamaterial personal yang dirancang untuk menggantikan bagian tulang yang rusak akibat kanker. Teknologi ini memanfaatkan struktur khusus berbahan titanium yang dibuat dengan teknologi pencetakan 3D.
Berbeda dari implan konvensional, struktur metamaterial memungkinkan prostesis memiliki karakteristik mekanis yang menyerupai tulang manusia. Struktur ini dirancang agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan biomekanis pasien sekaligus membantu proses integrasi implan dengan jaringan tulang di sekitarnya.
Teknologi metamaterial pada awalnya banyak dikembangkan untuk kebutuhan sektor kedirgantaraan. Namun, perkembangan teknologi manufaktur aditif atau pencetakan 3D memungkinkan prinsip itu diterapkan dalam bidang kedokteran, termasuk untuk membuat implan yang sangat presisi dan disesuaikan dengan anatomi pasien.
Dalam kasus pasien itu, pendekatan personalisasi menjadi sangat penting karena kerusakan tulang akibat sarkoma membutuhkan pengangkatan jaringan yang terkena kanker sekaligus rekonstruksi bagian tulang yang hilang.
Keberhasilan prosedur ini membuka peluang baru dalam bedah ortopedi dan rekonstruksi tulang, khususnya bagi pasien kanker tulang yang sebelumnya menghadapi risiko kehilangan anggota tubuh.
Teknologi prostesis metamaterial juga menunjukkan bagaimana kombinasi kedokteran, rekayasa material, pemodelan digital, dan pencetakan 3D dapat menghasilkan solusi medis yang semakin personal.
Keberhasilan di Madrid menjadi perkembangan penting dalam upaya mempertahankan fungsi anggota tubuh pasien, sekaligus menunjukkan potensi teknologi manufaktur canggih untuk menghadirkan alternatif terhadap tindakan amputasi pada kasus tertentu. (nov)


