BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/10/2026), ambruk ke zona merah imbas kenaikan inflasi Indonesia menjadi 3,28% per September 2026.
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG terpantau ambruk 0,83% atau 50,44 poin ke level 6.020. Sebelumnya pada awal perdagangan IHSG dibuka melemah tipis 0,14% atau 8,25 poin ke posisi 6.062.
Sepanjang sesi I perdagangan yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak sideways, dengan menyentuh level tertinggi di 6.095, dan level terendah di 6.018.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 433 saham turun harga, 219 saham naik harga, dan 134 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 20,253 miliar lembar,d engan frekuensi transaksi sbanyak 877.145 kali, dan niloai transaksi sebesar Rp5,094 triliun.
IHSG sebenarnya sempat bergerak ke zona hijau, seiring aksi beli selektif yang dilancarkan investor, terutama terhadap saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Meski demikian, IHSG perlahan tertekan ke zona merah seiring pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi per September 2026, dan neraca perdagangan per Agustus 2026.
BPS inflasi Indonesia secara tahunan atau year-on-year (yoy) naik menjadi 3,28% per September 2026 dipicu lonjakan harga komoditas pangan. Sedangkan inflasi Indonesia sepanjang tahun ini atau year-to-date (ytd) tercatat sebesar 2,17%, dan inflasi secara bulanan atau month-to-month (mtm) sebesar 0,30%.
Data inflasi Indonesia yang menunjukkan kenaikan membuat investor melakukan tekanan jual terhadap saham-saham unggulan berkapitalisasi besar atau big caps.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat aktif dilepas investor.
Harga saham TLKM di akhir sesi I ditutup turun 1,75% atauRp40 menjadi Rp2.250 per lembar, ASIIterpangkas 1,30% ATAU rP60 MENJADI Rp4.540 per lembar, sedangkan BBRI turun 0,96% atau Rp30 menjadi Rp3.110 per lembar.
Saham-saham sektor properti, dan konsumsi juga mengalami tekanan jual, seiring lonjakan inflasi yang dikhawatirkan akan memicu penurunan daya beli masyarakat.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran level support 6.000, dan level resistance 6.100. (Jea)


