Pramono Anung Usul JGTC The City Series 2027 Digelar di Lima Wilayah Jakarta

BRIEF.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan agar penyelenggaraan Jazz Goes to Campus (JGTC) – The City Series pada tahun depan diperluas ke lima wilayah kota administrasi sebagai bagian dari rangkaian perayaan 500 tahun Jakarta.

Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi hadiah istimewa bagi masyarakat sekaligus memperluas akses warga terhadap pertunjukan seni dan budaya.

Gagasan itu disampaikan Pramono saat menghadiri gelaran konser The 49th Jazz Goes to Campus (JGTC)-The City Series Vol.2 “Resonating Jazz Through Every Soul” di Teater Besar Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (31/7) malam.

Dalam sambutannya, Pramono menilai JGTC telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya paling bergengsi di Indonesia. Festival jazz yang lahir dari lingkungan akademik Universitas Indonesia itu dinilai mampu bertahan selama hampir lima dekade berkat kolaborasi antara komunitas seni, akademisi, pelaku industri musik, dan pemerintah.

Atas konsistensi tersebut, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus menjaga keberlangsungan festival hingga memasuki penyelenggaraan ke-49.

“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga keberlangsungan Jazz Goes to Campus selama hampir lima dekade. Festival ini membuktikan kolaborasi antara komunitas, pelaku seni, akademisi, dan pemerintah mampu melahirkan agenda budaya yang berkualitas dan terus dicintai masyarakat,” tutur Pramono.

Pramono kemudian mengajak penggagas JGTC, Candra Darusman, bersama seluruh panitia untuk membawa festival tersebut menjangkau seluruh wilayah Jakarta pada perayaan lima abad ibu kota yang akan berlangsung tahun depan.

Menurutnya, penyelenggaraan di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan akan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat menikmati pertunjukan musik berkualitas tanpa harus terpusat di satu lokasi.

“Tahun depan Jakarta memasuki usia lima abad. Saya menantang Bung Candra Darusman dan teman-teman sekalian, apakah bersedia tahun depan series-nya dijadikan lima untuk tampil di seluruh wilayah Jakarta? Kami siap mendukung dan memfasilitasi kerja sama ini agar menjadi kado istimewa bagi seluruh warga Jakarta,” katanya.

Dia menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap memberikan dukungan agar rencana tersebut dapat diwujudkan. Menurut Pramono, pengembangan festival seni dan budaya menjadi bagian penting dari upaya memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya unggul dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga kaya akan aktivitas budaya.

Pramono juga menyoroti peran strategis Taman Ismail Marzuki sebagai pusat kegiatan seni di Jakarta. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi seniman, musisi, hingga para kreator agar terus melahirkan karya-karya yang dapat dinikmati masyarakat.

Selain memiliki nilai budaya, penyelenggaraan festival berskala nasional seperti JGTC juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran ribuan pengunjung setiap tahun diyakini mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, meningkatkan kunjungan wisata, hingga memberikan efek berganda terhadap perekonomian Jakarta.

“Event seperti JGTC bukan hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif, meningkatkan kunjungan wisata, serta memberikan multiplier effect bagi perekonomian Jakarta. Kami akan terus mendukung penyelenggaraan kegiatan budaya berkualitas dan berkelas internasional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga menyambut positif usulan agar JGTC hadir di lima wilayah kota administrasi. Menurutnya, pemerintah telah mulai menyiapkan konsep pelaksanaan melalui tim kreatif agar festival tersebut menjadi bagian dari kemeriahan perayaan 500 tahun Jakarta.

Rano mengatakan konsep penyelenggaraan masih terus dimatangkan, termasuk kemungkinan menggelar pertunjukan di kawasan kampus maupun memanfaatkan ruang terbuka agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Insyaallah, dalam rangka lima abad Jakarta tahun depan, kita merencanakan pelaksanaan Jazz Goes to Campus The City Series hadir di lima wilayah secara serentak. Mengenai konsepnya, apakah nanti kembali digelar di area kampus atau memanfaatkan ruang terbuka (open air), hal itu sedang didesain oleh tim kreatif kami,” tutur Rano atau akrab disapa Bang Doel.

Reuni Akbar Dua Legenda Jazz Fussion

Dua legenda jazz fusion Indonesia, Krakatau dan Karimata, tampil memukau di konser JGTC– The City Series Vol. 2. Kolaborasi apik, sekaligus reuni akbar dua band yang berkirah di era 80-an atau eighties ini, mampu membangkitkan nostalgia pencinta musik Jazz Indonesia.

Konser JGTC The City Series merupakan inisiatif yang dihadirkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Melalui Konser JGTC Special, Pemprov DKI tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga menghidupkan ejarah, dan nostalgia musik Jazz Indonesia.

Terbukti, penampilan Krakatau dan Karimata mampu membangkitkan kembali nostalgia, sekaligus gairah & energi para musisi sekaligus pencita musik jazz Indonesia. Selama dua jam, Krakatau dan Karimata tampil energik membawakan kembali karya-karya musik mereka, yang mengobati rasa kangen, sekaligus membangkitkan nostalgia para pencinta jazz.

Konser menghadirkan para maestro jazz Indonesia seperti, Chandra Darusman, Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana, dan Gilang Ramadan. Selain itu juga menampilkan musisi muda Jazz generasi ke-2 seperti Barry Likumahua. Konser ini juga semakin memuaskan dahaga pencita musik Jazz tanah air, dengan penampilan Ricky Basuki, Lydia Nursaid, dan Harvey Malaihollo sebagai bintang tamu.

Penampilan vokalis Krakatau, Tri Utami, dengan suara khas dan keceriannya, sambil turun panggung dan menyapa hangat penonton, saat membawakan lagu “Kau Datang” mampu menghibur penikmat musik Jazz dari lintas generasi. Trie Utami berhasil menghidupkan suasana, tampil prima dan kembali membuktikan betapa namanya begitu lekat dalam sejarah musik jazz fussion Indonesia dengan Krakatau. (ayb/jea/smu)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Krakatau dan Karimata Bangkitkan Nostalgia Musik Jazz Indonesia di Konser JGTC Special

BRIEF.ID - Dua band legendaris jazz Indonesia, Krakatau dan...

Houthi Bantah Kenakan Biaya Kapal di Selat Bab el-Mandeb, Ketegangan AS-Iran Meningkat

BRIEF.ID – Kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran...

FIFA Batalkan Rencana Penjualan Aset Piala Dunia Senilai US$ 20 Miliar

BRIEF.ID – Rencana FIFA  menjual sebagian aset bisnis yang...

Harga Minyak Dunia Naik, Catat Kenaikan Bulanan 20%

BRIEF.ID – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan...