BRIEF.ID – Penjualan sepeda motor di Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada Juli 2026. Penjualan domestik meningkat 8,3% secara tahunan (YoY) menjadi sekitar 636.030 unit, menunjukkan penguatan permintaan kendaraan roda dua di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan daya beli.
Pertumbuhan pada Juli 2026 jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Juni 2026 yang tercatat sekitar 1,1% YoY. Dengan capaian tersebut, penjualan bulanan Juli menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2014.
Secara kumulatif, penjualan sepeda motor domestik sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai sekitar 3,77 juta unit atau meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja ini menunjukkan pasar sepeda motor nasional masih memiliki daya tahan di tengah tekanan terhadap konsumsi rumah tangga. Sepeda motor tetap menjadi salah satu pilihan transportasi utama masyarakat karena relatif terjangkau dan mendukung mobilitas serta aktivitas ekonomi sehari-hari.
Sebelumnya, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan domestik pada semester I 2026 mencapai 3.129.587 unit. Angka tersebut meningkat sekitar 0,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
AISI memperkirakan pasar sepeda motor domestik sepanjang 2026 relatif stabil pada kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Proyeksi tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, kondisi cuaca, daya beli masyarakat, serta dukungan lembaga pembiayaan.
Penguatan penjualan pada Juli menjadi sinyal positif bagi industri otomotif roda dua. Jika tren tersebut berlanjut pada paruh kedua tahun ini, realisasi penjualan sepeda motor berpeluang berada di dalam kisaran target AISI.
Namun, perkembangan daya beli masyarakat tetap menjadi faktor penting yang perlu dicermati. Peningkatan penjualan sepeda motor pada Juli akan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam menilai kondisi konsumsi domestik dan kinerja sektor otomotif Indonesia. (nov)


