BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto telah resmi mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan digantikan Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan pencopotan terhadap Dadan Hindayana tersebut telah melalui proses evaluasi dan pemantauan yang panjang sekitar 1,5 tahun, langsung dipantau Presiden Prabowo Subianto.
Dia menjelaskan selama 1,5 tahun program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung, Prabowo telah memberikan banyak catatan sehingga jadi bahan pertimbangan untuk memecat Dadan Hindayana dari kursi Kepala BGN.
“Tentunya selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi bahan pertimbangan bapak presiden untuk melakukan pergantian ini. Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki,” tuturnya di Jakarta, Selasa (2/6).
Dia menjelaskan, catatan yang ditemukan antara lain berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga menjaga kualitas makanan yang telah ditetapkan oleh BGN.
“Jadi ada beberapa catatan yang ditemukan seperti berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” katanya.
Profil Dadan Hindayana
Nama Dadan Hindayana menjadi salah satu figur yang paling banyak disorot sejak pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akademisi asal Garut, Jawa Barat, ini dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang bertanggung jawab mengawal pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.
Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Sebelum terjun ke pemerintahan, ia dikenal sebagai akademisi dan peneliti di bidang entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga. Karier akademiknya banyak dihabiskan di IPB University sebagai dosen Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian.
Pendidikan hingga Meraih Gelar Doktor di Jerman
Dadan menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor pada 1990 sebagai lulusan bidang Hama dan Penyakit Tumbuhan. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister di University of Bonn dan kemudian meraih gelar doktor di Leibniz University Hannover dengan fokus pada Entomologi Terapan.
Pengalaman akademik dan riset yang panjang membuat Dadan dikenal sebagai salah satu ilmuwan Indonesia yang aktif menghasilkan publikasi ilmiah, khususnya di bidang pertanian dan ekologi serangga.
Dipilih Menjadi Kepala Badan Gizi Nasional
Pada 19 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo melantik Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pertama dalam sejarah Indonesia. Pelantikan tersebut dilakukan setelah pemerintah membentuk BGN melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024.
Sebagai Kepala BGN, Dadan memegang peran strategis dalam merancang, mengoordinasikan, dan mengawasi kebijakan pemenuhan gizi nasional. Salah satu tugas terbesarnya adalah mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (AYB)


