BRIEF.ID – Indeks di Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan, Selasa (2/6/2026).
Investor secara saksama mencermati laporan beragam tentang pembicaraan perdamaian AS-Iran dan beberapa perkembangan terkait kecerdasan buatan.
Kenaikan dibatasi setelah media Iran melaporkan pertukaran pesan dengan AS dihentikan, meskipun ada komentar dari Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio bahwa pembicaraan masih berlangsung. Di sisi lain, kerugian juga dibatasi oleh kenaikan saham chip dan data ekonomi yang kuat di pasar tenaga kerja.
Indeks acuan S&P 500 naik 0,1% untuk berakhir di 7.610,51 poin, menyelesaikan di atas level 7.600 untuk pertama kalinya. NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi menetap sedikit di atas garis datar di 27.093,90 poin. Indeks Dow Jones Industrial Average yang berisi saham-saham unggulan naik 0,5% dan ditutup pada 51.308,46 poin. Ketiga indeks itu mencatat penutupan rekor.
“Penggalangan modal Google telah menambah tekanan pada perusahaan-perusahaan hyperscaler lainnya karena pasar memperkirakan mereka kemungkinan perlu mengikuti jejak Google. Pernyataan Jensen Huang bahwa ia memperkirakan Marvell Technology akan menjadi perusahaan bernilai triliun dolar suatu hari nanti telah membuat sahamnya naik hampir 30%. Saham perusahaan memori melemah setelah SK Hynix mengatakan berencana untuk menggandakan kapasitas produksi memorinya selama lima tahun ke depan,” kata Michael O’Rourke, kepala strategi pasar di Jones Trading, dikutip dari Investing.com, Selasa (2/6/2026).
Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, menyusul aksi baku tembak di Teluk dan operasi militer Israel di Lebanon, yang mengancam gencatan senjata antara pihak-pihak bertikai sejak awal April. (nov)


