Menperin Targetkan Porsi Ekspor Manufaktur Indonesia Naik 30%

BRIEF.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan strategi untuk meningkatkan kontribusi ekspor industri manufaktur guna memperkuat daya tahan sektor industri nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan komposisi penjualan produk manufaktur yang saat ini didominasi pasar domestik dapat bergeser menjadi lebih berimbang.

Menurutnya, jika saat ini sekitar 20% produksi manufaktur ditujukan untuk pasar ekspor dan 80% untuk pasar dalam negeri, pemerintah membidik porsi ekspor meningkat menjadi 30 persen dengan komposisi domestik sebesar 70%.

“Targetnya, komposisi yang saat ini sekitar 20% ekspor dan 80% domestik dapat meningkat menjadi 30% ekspor dan 70% domestik, tanpa mengurangi kemampuan industri memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri,” tutur Menperin di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan pasar domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan industri nasional. Namun, menurutnya, perluasan pasar ekspor dinilai penting untuk dapat meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di tingkat global.

“Pasar domestik tetap menjadi kekuatan utama industri nasional. Namun, ke depan kita perlu memperkuat industri yang berorientasi ekspor agar penetrasi produk manufaktur Indonesia di pasar global semakin besar,” katanya.

Seperti diketahui, kinerja industri pengolahan masih menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan I/2026 tumbuh 5,61 persen.

Dari capaian tersebut, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan sebesar 5,04% dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), yakni mencapai 19,07% atau senilai Rp 1.179,62 triliun.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal di sektor industri pengolahan mencapai Rp 182,04 triliun atau setara 36,49% dari total investasi nasional. Adapun nilai ekspor produk industri pengolahan sepanjang Januari hingga April 2026 tercatat sebesar US$ 75,57 miliar, berkontribusi 82,01% terhadap total ekspor Indonesia.

Agus menegaskan, peningkatan orientasi ekspor akan dilakukan secara paralel dengan upaya menjaga pasar domestik sebagai basis pertumbuhan industri.

Pemerintah, kata dia, terus memperkuat daya saing sektor manufaktur melalui berbagai instrumen kebijakan, mulai dari pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, pengendalian impor secara terukur, hingga penguatan langkah perlindungan terhadap industri nasional.

Agus juga tidak lupa menyoroti pentingnya implementasi skema Local Currency Settlement (LCS) dalam mendukung ketahanan industri nasional. Menurutnya, Kemenperin telah merekomendasikan pemanfaatan LCS sejak 2023, jauh sebelum tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terjadi.

“Pemanfaatan Local Currency Settlement sebenarnya telah kami rekomendasikan sejak tahun 2023. Perluasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan internasional menjadi instrumen penting untuk mengurangi risiko nilai tukar sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi bagi pelaku industri nasional,” ungkap Agus.

Selain mendorong peningkatan ekspor, Kemenperin optimistis target kinerja program dan anggaran tahun 2026 dapat tercapai melalui sejumlah program prioritas.

Program tersebut meliputi percepatan hilirisasi industri, penguatan industri kecil dan menengah (IKM), pembangunan sumber daya manusia industri, transformasi menuju industri hijau, serta peningkatan produktivitas melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BMKG: Waspadai Potensi Hujan di Tengah Musim Kemarau

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan...

Jurgen Klopp Menjadi Pelatih Baru Timnas Jerman

BRIEF.ID – Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) secara resmi...

Uni Eropa Nilai TikTok Gagal Lindungi Privasi Akun Anak dari Pengguna Dewasa

BRIEF.ID – Uni Eropa menyatakan bahwa TikTok gagal memberikan...

Tarif Impor Baru Trump Picu Gelombang Protes Mitra Dagang AS

BRIEF.ID – Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...