BMKG: Waspadai Potensi Hujan di Tengah Musim Kemarau

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia meski musim kemarau terus meluas. Berdasarkan prakiraan cuaca periode 24–31 Juli 2026, BMKG menyebut dinamika atmosfer masih berpotensi memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di berbagai daerah.

Berdasarkan analisis BMKG, hingga Dasarian II Juli 2026, sekitar 72,8% wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini ditandai semakin panjangnya hari tanpa hujan di sejumlah wilayah, seiring menguatnya pengaruh El Nino dan angin monsun Australia yang membawa massa udara lebih kering ke Indonesia.

BMKG menjelaskan bahwa sejumlah fenomena atmosfer masih mendukung pembentukan awan hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta gangguan cuaca di kawasan sekitar Indonesia masih mampu meningkatkan pasokan uap air, terutama di wilayah Indonesia bagian barat, utara, dan timur. Kondisi tersebut menyebabkan hujan tetap berpotensi terjadi meski berada pada puncak musim kemarau.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di beberapa provinsi, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, hingga Papua. Di wilayah-wilayah tersebut, hujan dapat disertai petir dan angin kencang yang berpotensi menimbulkan genangan, banjir lokal, maupun pohon tumbang.

Di sisi lain, BMKG mengingatkan bahwa meluasnya musim kemarau juga meningkatkan risiko kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penurunan kualitas udara di daerah rawan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap menghemat penggunaan air, menghindari aktivitas pembakaran lahan, serta terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG.

BMKG menegaskan bahwa musim kemarau tidak berarti hujan akan berhenti sepenuhnya. Perubahan kondisi atmosfer dapat menyebabkan hujan turun secara lokal dengan intensitas yang cukup tinggi dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Sepekan Melonjak 4,90%, Rata-rata Nilai Transaksi Harian Tembus Rp20 Triliun

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan, yakni...

Indonesia Resmi Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Fokus Jaga Ketahanan Energi

BRIEF.ID - Indonesia resmi memangkas ekspor gas bumi ke...

Asap Karhutla Ganggu 2.775 Penerbangan, Kemenhub Imbau Penumpang Cek Jadwal

BRIEF.ID – Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa kabut asap akibat...

IHSG Akhir Pekan Uji Level 5.500, Saham BBCA Masih Terkoreksi

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...