BRIEF.ID – PT PLN (Persero) kini kembali menegaskan perannya dalam mendukung pengembangan ekonomi digital nasional melalui penyediaan pasokan listrik bagi industri pusat data.
Terbaru, perseroan menyiapkan pasokan listrik berkapasitas 2×725 megavolt ampere (MVA) untuk fasilitas data center milik Digital Edge Indonesia di Cikarang, Jawa Barat.
Dukungan tersebut diumumkan bersamaan dengan seremoni topping off fasilitas data center CGK1 milik Digital Edge Indonesia. Fasilitas itu pun diklaim sebagai pusat data dengan kapasitas daya terbesar di Indonesia saat ini.
CEO Digital Edge Indonesia Stephanus Oscar mengatakan, keandalan pasokan listrik merupakan faktor krusial dalam pengembangan industri pusat data berskala besar.
Menurutnya, kolaborasi PLN dan Digital Edge Indonesia dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional, sekaligus mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.
“Topping off CGK1, yang didukung oleh perjanjian pasokan listrik terbesar dalam sejarah pusat data di Indonesia, mencerminkan optimisme kami terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam jangka panjang,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (9/6).
Menurut Oscar, pengembangan kampus data center itu bukan sekadar menjawab kebutuhan infrastruktur digital saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Bersama PLN, kami tidak hanya membangun pusat data. Kami sedang menyiapkan fondasi agar Indonesia mampu bersaing dalam ekonomi AI global. CGK Campus dirancang untuk bertumbuh seiring ambisi Indonesia ke depan,” katanya.
Sebelumnya, PLN dan Digital Edge Indonesia telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) pada Oktober 2025 dengan kapasitas awal sebesar 2×650 MVA. Seiring rencana ekspansi bisnis Digital Edge Indonesia, kebutuhan daya kemudian ditingkatkan menjadi 2×725 MVA yang akan dipenuhi secara bertahap hingga 2030.
Peningkatan kapasitas tersebut menjadikan Digital Edge Indonesia sebagai pemegang PJBTL terbesar di PLN untuk sektor pusat data. Di saat yang sama, fasilitas tersebut juga menjadi salah satu data center dengan kebutuhan daya terbesar di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengemukakan bahwa perseroan telah berkomitmen menyediakan pasokan listrik yang andal-berkelanjutan guna menopang pertumbuhan sektor digital yang semakin pesat.
“Perkembangan industri pusat data menunjukkan ekosistem digital Indonesia terus bertumbuh. Melalui kolaborasi ini, PLN memastikan ketersediaan listrik yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung sektor strategis tersebut, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara,” ujarnya.
Senada juga disampaikan Komisaris PLN Jisman Hutajulu yang menilai kebutuhan listrik dari industri pusat data akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi AI dan transformasi digital nasional.
Menurut dia, keandalan pasokan listrik menjadi syarat utama bagi operasional pusat data yang berjalan tanpa henti selama 24 jam. Karena itu, PLN menjaga kualitas pasokan melalui sistem double feeder guna meningkatkan keandalan layanan.
“Industri data center memiliki kebutuhan daya yang sangat besar. Pasokan listrik yang andal menjadi kebutuhan utama, sehingga kami memastikan mutu layanan tetap terjaga,” tuturnya.
Jisman menambahkan, PLN juga terus memperkuat kesiapan infrastruktur kelistrikan agar mampu mengikuti pertumbuhan industri pusat data di masa mendatang.
“Listrik yang andal dan dapat ditingkatkan kapasitasnya (scalable) merupakan fondasi utama ekonomi digital dan menjadi prasyarat bagi berkembangnya infrastruktur AI di Indonesia,” katanya. (ayb)


