BRIEF.ID – Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya, meski hampir separuh dari jajaran pembuat kebijakan bank sentral itu menyatakan mendukung kenaikan suku bunga, pada akhir tahun ini.
Kecenderungan agresif yang tak terduga terhadap suku bunga yang lebih tinggi akan mengecewakan Presiden AS Donald Trump dan menunjukkan meningkatnya kekhawatiran kalangan pejabat The Fed terkait inflasi.
Dalam pernyataan yang luar biasa singkat setelah pertemuan dua hari The Fed, para pejabat menghilangkan bahasa yang sebelumnya menunjukkan bahwa langkah selanjutnya adalah memangkas suku bunga acuan. Pernyataan singkat itu mencerminkan pengaruh ketua baru The Fed Kevin Warsh, yang ditunjuk oleh Trump. Warsh sebelumnya telah mengkritik Fed karena berkomentar terlalu luas tentang perekonomian.
Namun, sebanyak 18 orang kolega Warsh di komite penetapan suku bunga The Fed mengirimkan pesan yang jelas dalam serangkaian proyeksi triwulanan yang dirilis, Rabu (17/6/2026, di mana sembilan di antaranya mengisyaratkan mendukung suku bunga yang lebih tinggi tahun ini, dengan enam di antaranya mendukung kenaikan dua atau lebih poin seperempat.
Ini merupakan perubahan tajam dari bulan Maret, ketika tidak ada pembuat kebijakan yang memperkirakan kenaikan suku bunga dan komite secara keseluruhan memperkirakan satu kali penurunan suku bunga pada tahun 2026. Perubahan ini merupakan pengakuan bahwa inflasi berada pada level tertinggi dalam tiga tahun terakhir dan banyak pejabat telah mengatakan dalam pidato-pidato baru-baru ini bahwa jika inflasi tidak menurun, suku bunga yang lebih tinggi mungkin diperlukan dalam beberapa bulan mendatang.
Warsh, dalam konferensi pers pertamanya sebagai ketua, juga menggarisbawahi tekad The Fed untuk menurunkan inflasi ke target 2% bank sentral. Penekanan ini mencerminkan bahwa ia akan melakukan pendekatan yang lebih agresif sebagai ketua.
Kelompok “elang” biasanya mendukung suku bunga yang lebih tinggi untuk meredam inflasi, sementara kelompok “dove” sering mendukung suku bunga yang lebih rendah untuk meningkatkan lapangan kerja.
“Kita telah gagal dalam hal inflasi selama lima tahun dan kita akan memperbaikinya. Ketika kita mencapai tujuan stabilitas harga kita, yang akan kita capai, rakyat Amerika akan merasa seolah-olah kesulitan yang telah mereka alami … telah berlalu,” kata Warsh. (AP/nov)


