Luhut: Butuh Tambahan Rp 15 Triliun Rampungkan Pembangunan 5 DPSP

BRIEF.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah  memerlukan tambahan anggaran sebesar Rp 15 triliun untuk menuntaskan  pengembangan  lima destinasi pariwisata superprioritas (DPSP),   pada Triwulan III 2024.

Kelima DPSP itu adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).

“Kami mau semua lima DPSP ini selesai pada Kuartal III – 2024. Jadi, kita dari sekarang evaluasi semua. Tadi, dari hasil pembicaraan kita,  ada Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Menteri PAN-RB, akan dituntaskan,” kata Luhut saat memberikan keterangan pers  usai  Rapat Koordinasi 5 DPSP yang dipantau secara daring melalui kanal Youtube,  Kamis (22/12/2022).

Ia mengatakan,  tambahan anggaran sebesar Rp15 triliun nantinya akan dibagi dalam dua tahun. Selain itu,  fokus utama pemerintah adalah mendorong   pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) dan tidak ingin kelompok masyarakat kelas menengah menghabiskan uangnya untuk berlibur ke luar negeri.

“Kita jangan bertumpu pada pariwisata luar negeri karena jumlah masyarakat kelas menengah kita kan naik sekarang, jadi kalau kita bisa kembalikan segera wisata dalam negeri, pasti akan lebih banyak dibandingkan waktu sebelum Covid-19,” katanya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Berpotensi Uji Level 6.050–6.150, Investor Cermati The Fed dan Rupiah

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak...

BMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan...

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan, Nelayan dan Pelayaran Diminta Waspada

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan...

Apple Nyaris Tembus Kapitalisasi Pasar US$ 5 Triliun

BRIEF.ID – Apple Inc. nyaris menjadi perusahaan publik kedua...