IHSG Jatuh ke Zona Merah Seiring Rilis Data Cadangan Devisa per September 2026

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) jatuh ke zona merah, seiring rilis data cadangan devisa nper September 2026.

Hingga pukul 13:00 waktu JATS perdagangan hari ini, Rabu (7/10/2026), IHSG terpantau jatuh ke zona merah dengan melemah 0,55% atau 34,14 poin ke level 6.158.

Padahal sebelumnya di awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka di zona hijau dengan menguat 0,28% atau 17,49 poin ke level 6.210. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,32% atau 1,97 poin ke posisi 610,13.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terpantau bergerak variatif dengan lebiih banyak berada di zona merah, terpantau menyentuh level tertinggi di 6.214, dan level terendah di 6.146.

Data perdagangan BEI hingga pukul 13:00 waktu JATS menunjukkan sebanyak 345 saham turun harga, 261 saham naik harga, dan 181 saham lainnya gtidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan terpantau mencapai 32,103 miliar lemabr, dengan frekuensi transaksi sebanyak 899.322 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp31,670 triliun.

Penurunan IHSG dipicu sentimen negatif terkait rilis data cadangan devisa Indonesia per September 2026, yang diumumkan Bank Indonesia (BI) hari ini.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$146,33 miliar per September 2026 dari posisi US$146,5 miliar per Agustus 2026.

“Posisi cadangan devisa Indonesia per September 2026 yang berkurang, disebabkan pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo, dan kebijakan stabilisasi  nilai tukar rupiah,” kata Ramdan, di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Hal itu, semakin memperparah arus modal keluar (capital outflow) dari pasar saham, seiring naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury, dan indeks dolar AS.

Tekanan jual dilancarkan investor terhadap saham-saham unggulan, dan berkapitalisasi besar, antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Harga saham ASII terpantau merosot sebesar 0,83% atau Rp40 menjadi Rp4.780 per lembar, sedangkan BBCA melemah 0,41% atau Rp25 menjadi Rp6.075 per lembar.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecednerungan melemah di kisaran level support 6.130, dan level resistance 6.230. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BI: Cadangan Devisa Turun Jadi US$146,3 Miliar per September 2026

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa Indonesia...

Rupiah Menguat Imbas Penurunan Ekspetasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar...

Gugatan Ditolak MK, Gibran Rakabuming Raka Tetap Jadi Wapres

BRIEF.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan sengketa terkait...

Jaksa Agung Tegaskan Aset Hasil Kejahatan di Luar Negeri Tetap Bisa Diburu, Ini Sasarannya

BRIEF.ID - Kejaksaan Agung menegaskan penegakan hukum dalam penertiban...