BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (7/10/2026), imbas penurunan ekspetasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah hari ini dibuka menguat 0,10% atau 18 poin menjadi Rp17.899 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.917 per dolar AS.
Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah Jisdor terpantau masih menguat di level Rp17.891, menguat 0,14% atau 26 poin dari Rp17.917 pada penutupan perdagangan Selasa (6/10/2026).
Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,2% ke level Rp17.865 per dolar As, namun penguatan rupiah perlahan terkikis ke level Rp17.897.
Penguatan rupiah hari ini ditopang ekspetasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang semakin menipis.
Hal itu,k dipicu data ketenagakerjaan AS yang melemah, dan tekanan inflasi, yang mengurangi kemungkinan adanya kenaikan suku bunga The Fed atau Fed Funds Rate (FFR), dalam pertemuan FOMC pada 27-28 Oktober 2026.
Seperti dilansir Reuters, Data nonfarm payrolls (NFP) AS bertambah sebanyak 29.000 lapangan kerja per September 2026, jauh di bawah perkiraan. Sedangkan tingkat pengangguran naik 4,2% pada September 2026 dari 4,1% pada Agustus 2026.
Pertambahan lapangan kerja AS, yang lesu pada September 2026 sangat kontras dibandingkan kenaikan 133.000 lapangan kerja pada Agustus 2026.
Sementara itu, pemerintah As juga merevisi data total lapangan kerja NFP periode Juli 2026, dari 21.000 menjadi 10.000. Sedangkan total lapangan kerja NFP per Agustus 2026 direvisi turun dari 162.000 menjadi 133.000.
Selain data tenaga kerja AS yang melemah, pelaku pasar juga menunggu risalah rapat FOMC yang dijadwalkan rilis pada hari ini, Rabu (7/10/2026) waktu setempat.
Diperkirakan dalam FOMC periode September, The Fed akan kembali mempertahankan suku bunga acuan alih-alih menaikkan. Konsensus pasar menunjukkan sebanyak 80% memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga.
Terkait dengan itu, nilai tukar rupiah hari ini diprediksi menguat terbatas di kisaran level Rp17.800 per dolar AS hingga Rp17.900 per dolar AS. (Jea)


