BRIEF.ID – Legenda catur dunia Judit Polgar menolak tawaran untuk dicalonkan sebagai Presiden Hongaria. Grandmaster yang dikenal sebagai pecatur wanita terbaik sepanjang sejarah itu menyatakan belum memiliki kekuatan untuk memikul tanggung jawab besar menyatukan bangsa yang tengah terbelah secara politik.
“Saya merasa tidak memiliki kekuatan untuk memikul tanggung jawab bersejarah menyatukan bangsa yang terpecah, dan karena itu saya tidak dapat menerima undangan tersebut,” kata Polgar seperti diberitakan Euronews.com, Selasa (21/7/2026).
Disebutkan bahwa tawaran tersebut datang dari Perdana Menteri Hongaria Peter Magyar, yang mengusulkan Polgar sebagai calon presiden setelah partai pemerintah mendukung pencalonannya. Magyar menilai Polgar merupakan figur yang mampu menjadi simbol persatuan nasional karena prestasinya di tingkat internasional dan tidak terafiliasi dengan kelompok politik tertentu.
Namun, Polgar menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan tersebut, tetapi memilih menolak pencalonan itu.
“Saya akan melakukan segala daya upaya untuk mendukung Presiden Republik yang baru, independen, dan terhormat dalam mencapai tujuan-tujuan ini,” kata Polgar.
Polgar yang kini berusia 49 tahun, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena kurangnya rasa cinta kepada negaranya, melainkan karena menyadari besarnya tanggung jawab yang melekat pada jabatan kepala negara di tengah situasi politik yang sensitif.
Polgar secara luas diakui sebagai pecatur wanita terbaik sepanjang masa. Ia merupakan satu-satunya perempuan yang pernah menembus peringkat 10 besar dunia dan mencatatkan rating Elo di atas 2.700. Selama kariernya, ia juga mengalahkan sejumlah juara dunia, termasuk Garry Kasparov, sebelum pensiun dari catur kompetitif pada 2014.
Penolakan Polgar membuat pemerintah Hongaria harus mencari kandidat lain untuk mengisi jabatan presiden. Sesuai aturan yang berlaku, parlemen akan memilih presiden baru untuk menjabat hingga konstitusi baru diberlakukan atau untuk masa jabatan maksimal lima tahun. (nov)


