BRIEF.ID – Indeks saham Korea Selatan (Kospi) merosot 4,2% pada perdagangan Senin (2/8/2026) setelah investor melakukan aksi jual saham-saham unggulan di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Penurunan terjadi hanya beberapa hari setelah indeks acuan itu mencatat lonjakan harian sebesar 18% pada Jumat lalu.
Volatilitas di pasar Korea Selatan masih tinggi. Pada Juli lalu, Kospi sempat terkoreksi hingga 22%, penurunan bulanan terdalam sejak krisis keuangan global 2008, menyusul kekhawatiran investor terkait tingginya valuasi saham-saham yang diuntungkan oleh tren AI.
Tekanan terbesar datang dari dua produsen semikonduktor utama, Samsung Electronics dan SK Hynix, yang menjadi tulang punggung indeks Kospi.
Saham Samsung Electronics jatuh 7,2% meskipun perusahaan tersebut pekan lalu melaporkan lonjakan laba bisnis semikonduktor lebih dari 250 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Samsung juga mengumumkan perjanjian pasokan jangka panjang dengan salah satu operator pusat data besar.
Sementara itu, saham SK Hynix turun 7% setelah investor mengevaluasi kembali laporan keuangan kuartalan perusahaan yang mencetak rekor baru. Kendati kinerja keuangan perseroan sangat kuat, hasil tersebut dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi pasar yang telah meningkat tajam seiring tingginya optimisme terhadap prospek industri AI.
Samsung Electronics dan SK Hynix memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pergerakan pasar saham Korea Selatan. Kedua emiten semikonduktor tersebut secara bersama-sama menyumbang lebih dari separuh kapitalisasi pasar Kospi, sehingga pelemahan harga saham keduanya langsung menekan indeks secara keseluruhan.
Analis menilai aksi jual ini lebih mencerminkan realisasi keuntungan dan penyesuaian valuasi setelah reli panjang saham-saham AI. Prospek jangka panjang industri semikonduktor dan kecerdasan buatan masih dinilai positif, didukung oleh tingginya permintaan terhadap chip berperforma tinggi untuk pusat data dan aplikasi AI generatif. (nov)


