Kinerja Taspen Life 2025 Melesat, Aset Tembus Rp10 Triliun dan RBC Capai 381 Persen

BRIEF.ID – PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) membukukan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun buku 2025.

Perusahaan asuransi jiwa yang fokus memberikan perlindungan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) itu berhasil mencatatkan peningkatan aset, premi, dan pendapatan jasa asuransi, sekaligus mempertahankan tingkat kesehatan keuangan yang jauh di atas ketentuan regulator.

Berdasarkan laporan keuangan audited tahun 2025, total aset Taspen Life saat ini meningkat menjadi Rp10 triliun, atau tumbuh 18,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,42 triliun.

Dari sisi operasional, pendapatan jasa asuransi juga mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp514,35 miliar, meningkat 27,08 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp404,73 miliar.

Pertumbuhan itu didukung oleh peningkatan premi bruto yang mencapai Rp1,98 triliun, atau naik 27,81 persen secara tahunan. Kenaikan premi didorong oleh pengembangan produk, penguatan strategi pemasaran, serta perluasan kerja sama dengan berbagai mitra.

Tak hanya mencatatkan pertumbuhan bisnis, Taspen Life juga menunjukkan fundamental keuangan yang tetap kuat. Tingkat Risk Based Capital (RBC) perusahaan berada di level 381,53 persen, jauh melampaui batas minimal 120 persen yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, hasil jasa asuransi bersih melonjak drastis menjadi Rp211,01 miliar, meningkat 526,70 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp33,67 miliar.

Di tengah penyesuaian industri asuransi terhadap penerapan standar akuntansi baru, Taspen Life juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp40,57 miliar pada 2025.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direksi Taspen Life, Sidrotun Naim, mengemukakan capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi berbagai lini perusahaan, mulai dari pengelolaan risiko, investasi yang menerapkan prinsip kehati-hatian, inovasi layanan, hingga penguatan tata kelola bersama induk usaha PT TASPEN (Persero).

“Kinerja ini juga ditopang oleh peningkatan kualitas SDM serta penguatan teknologi informasi Taspen Life,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20/7).

Menurutnya, implementasi PSAK 117 menjadi salah satu tantangan sekaligus momentum penting bagi industri asuransi jiwa nasional. Standar akuntansi baru tersebut mengubah mekanisme pengakuan pendapatan serta penyajian laporan keuangan agar lebih mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan secara aktual.

Taspen Life memandang penerapan PSAK 117 bukan sekadar memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga sebagai langkah memperkuat transparansi, tata kelola perusahaan, dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

“Pencapaian ini turut menunjukkan kemampuan Taspen Life beradaptasi terhadap perubahan standar akuntansi di industri asuransi jiwa, khususnya penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117,” katanya.

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi perubahan tersebut, perusahaan telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan sistem pelaporan keuangan, optimalisasi infrastruktur pendukung, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Selain bisnis asuransi jiwa, Taspen Life juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada lini Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Hingga 31 Desember 2025, dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) DPLK Taspen Life mencapai Rp25,26 miliar, meningkat 151,3 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan dana kelolaan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan peserta maupun mitra strategis terhadap pengelolaan dana pensiun yang dilakukan perusahaan.

Ke depan, Taspen Life menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan asuransi jiwa yang profesional, memenuhi seluruh kewajiban kepada peserta, serta menjalankan bisnis berdasarkan prinsip kehati-hatian dan Good Corporate Governance (GCG) guna menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bitcoin Tembus US$ 65.000, Ketegangan AS-Iran Batasi Reli

BRIEF.ID – Harga Bitcoin kembali menembus level psikologis US$...

Christopher Nolan Akui  Film The Odyssey Jadi Tantangan Terbesar

BRIEF.ID – Sutradara peraih Oscar, Christopher Nolan mengakui bahwa...

Shania Twain: Butuh Perjalanan Panjang Melakukan Hal Benar

BRIEF.ID – Penyanyi country asal Kanada, Shania Twain, mengungkapkan...

Pengadilan AS Tangguhkan Sementara Merger Paramount-Warner Bros Discovery Senilai US$ 110 Miliar

BRIEF.ID – Pengadilan federal Amerika Serikat (AS) memerintahkan penghentian...