BRIEF.ID – Pemerintah Israel dan Lebanon menyepakati perjanjian gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan itu diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah ‘percakapan yang sangat baik’ dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, pada Kamis (16/4/2026) waktu setempat atau Jumat (16/4/2026) dini hari.
Dikutip dari The Guardian, Jumat (17/6/2026), penghentian pertempuran yang telah berlangsung selama tujuh pekan itu akan diikuti pertemuan puncak Israel-Lebanon pertama dalam beberapa dekade, pada pekan depan.
Gencatan senjata yang mulai berlaku pada Kamis (16/4/2026) tengah malam di Lebanon, setelah Israel telah melakukan serangan udara dahsyat yang bertujuan untuk memusnahkan milisi Hizbullah yang didukung Iran.
Netanyahu mengatakan, gencatan senjata menawarkan kesempatan untuk “kesepakatan perdamaian bersejarah,” tetapi menegaskan bahwa pelucutan senjata Hizbullah tetap menjadi prasyarat.
“Kita memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan perdamaian bersejarah dengan Lebanon,” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi, menambahkan bahwa Israel akan mempertahankan “zona keamanan” sepanjang 10 km (6,2 mil) di sepanjang perbatasan di Lebanon selatan,” kata dia.
Sementara itu, Trump memberikan sedikit detail lain. Selain waktu mulai dan durasi gencatan senjata yang disepakati, ia juga mengatakan kepada wartawan bahwa “pada waktu yang tepat saya akan mengunjungi Lebanon,” katanya.
Pendudukan Israel kemungkinan akan menjadi subjek pembicaraan yang menurut Trump akan berlangsung di Washington Selasa depan antara Aoun dan Netanyahu – pertemuan puncak Israel-Lebanon pertama dalam beberapa dekade.
Lebanon tidak menjadi pihak aktif dalam konflik antara Israel dan Hizbullah, dimana Pemerintah Beirut memiliki kendali yang sangat terbatas. Namun, dalam apa yang tampak sebagai persetujuan awal atas kesepakatan iitu, seorang anggota parlemen Lebanon dari Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengaitkan kesepakatan itu dengan “upaya diplomatik Iran” dan mengatakan Hizbullah akan menghormati gencatan senjata selama Israel tetap berkomitmen untuk menghentikan semua bentuk permusuhan.
Perang di Iran meluas ke Lebanon ketika Hizbullah melancarkan serangan rudal pada 2 Maret 2026 terhadap Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Teheran, yang memicu respons Israel yang ganas, termasuk invasi darat ke Lebanon selatan. Hal ini terjadi 15 bulan setelah konflik besar terakhir antara kedua pihak. (nov)


