BRIEF.ID – Iran mengungkapkan kemarahannya atas apa yang disebutnya sebagai pernyataan “intervensionis, tidak bertanggung jawab, dan provokatif” yang disampaikan Amerika Serikat (AS). Iran juga memperingatkan enam negara Teluk, yang dinilai menolak klaim Iran untuk mengenakan biaya tol pada setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz.
“Pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz tidak dapat dijamin di bawah pengaturan yang ambigu, rute paralel, atau pengambilan keputusan yang tidak mempertimbangkan peran Iran sebagai negara pantai,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi di X.
Bloomberg News melaporkan Oman, yang terletak di sisi seberang selat dari Iran, telah memberi tahu sekutu bahwa kapal yang melewati Hormuz mungkin harus membayar. Kantor Berita Inggris, Reuters tidak dapat segera mengkonfirmasi laporan tersebut.
Televisi pemerintah Iran mengatakan tiga kapal tanker asing yang mencoba apa yang disebutnya sebagai “pelarian tanpa izin” melalui Selat Hormuz telah dipulangkan setelah peringatan dari Korps Garda Revolusi Islam. Mereka tidak memberikan detail lebih lanjut.
Teheran bersikeras akan mengendalikan Selat Hormuz dan memperingatkan negara-negara Teluk untuk tidak berpihak pada Washington setelah serangan hari Kamis (25/6/2026) terhadap kapal kargo yang berlayar di dekat pantai Oman.
Presiden AS Donald Trump menyalahkan serangan itu pada Iran dan mengatakan sebagai pelanggaran perjanjian yang dicapai, pekan lalu. (nov)


