BRIEF.ID – Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke Iran sebagai tindakan balasan atas serangan pesawat nirawak (drone) Iran terhadap sebuah kapal kargo komersial di Selat Hormuz.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (27/6/2026), kapal itu dilaporkan berlayar di bawah bendera Singapura dan mengalami kerusakan, namun tetap dapat melanjutkan pelayaran.
Serangan ditujukan ke fasilitas penyimpanan rudal, fasilitas penyimpanan drone, dan instalasi radar pantai yang digunakan untuk mendukung operasi militer Iran.
Pihak AS menyebut operasi tersebut bertujuan untuk melindungi kebebasan navigasi internasional, mencegah serangan lanjutan terhadap kapal-kapal komersial, dan menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute ekspor minyak paling penting di dunia.
Sementara itu, Iran mengecam serangan AS dan menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk mengatur keamanan di kawasan itu. “Insiden ini meningkatkan kembali ketegangan di Timur Tengah dan memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan serta keamanan perdagangan energi global,” demikian laporan Reuters. (nov)


