BRIEF.ID – Harga emas spot menguat pada perdagangan Senin (10/8/2026), didukung momentum teknikal yang kuat dan meningkatnya minat investor pada aset safe haven menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
Harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.356,79 per troy ons. Penguatan ini membawa harga emas mendekati level tertinggi dalam tujuh pekan, setelah sebelumnya menyentuh US$4.371,63 per troy ons pada perdagangan Jumat (7/8/2026).
Investor kini mencermati data Consumer Price Index (CPI) AS Juli 2026 yang akan menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Pasar memperkirakan inflasi AS akan mengalami perlambatan moderat, sehingga dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga.
Penguatan harga emas juga didukung oleh meningkatnya permintaan dari bank sentral. Tiongkok kembali meningkatkan cadangan emasnya pada Juli 2026, mencatat penambahan terbesar sejak Oktober 2023. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menopang prospek permintaan emas global.
Di sisi lain, pasar masih menghadapi ketidakpastian terkait arah kebijakan The Fed. Data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan sebelumnya telah mendorong perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga.
Emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung mendapat dukungan ketika ekspektasi kenaikan suku bunga menurun. Namun, apabila data inflasi AS menunjukkan tekanan yang lebih tinggi dari perkiraan, Dolar AS dan imbal hasil obligasi berpotensi meningkat sehingga dapat membatasi penguatan harga emas.
Dengan demikian, rilis CPI AS menjadi katalis penting bagi pergerakan emas dalam jangka pendek. Investor akan mencermati apakah data inflasi mampu memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter atau justru meningkatkan kembali kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi. (nov)


