IHSG Terpuruk ke Level 6.100, Saham BUMN Ramai Dilepas Investor

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia terpuruk ke level psikologis 6.100 seiring aksi lepas saham yang dilakukan investor pada perdagangan hari ini, Kamis (18/6/2026).

Saham-saham unggulan berkapitalisasi besar, terutama dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpantau ramai dilepas investor dan menjadi pemberat IHSG.

Pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, sekitar pukul 12:00 waktu JATS, IHSG ditutup turun sebesar 1,06% atau 65,81 poin ke level 6.154.

Sebelumnya di awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 0,46% atau 28,85 poin  ke level 6.191. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,84% atau 5,28 poin ke posisi 619,95.

Sepanjang 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG terpantau bergerak di zona merah, dengan menyentuh level tertinggi di 6.197, dan level terendah di 6.073.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak
417 saham mengalami penurunan harga, 226 saham naik harga, sedangkan 158 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 14,927 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.076.289 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10,075 triliun.

Saham-saham BUMN di berbagai sektor terpantau mengalami tekanan jual hingga mengalami penurunan harga cukup signifikan, terutama saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, harga saham TLKM tercatat turun sebesar 7,77% atau Rp230 menjadi Rp2.730 per lembar, dan SMGR turun 4,72% atau Rp75 menjadi Rp1.515 per lembar.

Saham Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang tercatat di BEI juga mengalami koreksi, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Di akhir sesi I perdagangan saham hari ini, harga BMRI terkoreksi 2,23% atau Rp100 menjadi Rp4.390 per lembar, BBRI merosot 3,25% atau Rp100 menjadi Rp2.980 per lembar, BBNI melemah 1,84% atau Rp70 menjadi Rp3.730 per lembar, dan BBTN turun 0,40% atau Rp5 menjadi Rp1.245 per lembar.

Pelemahan IHSG dipengaruhi keputusan Bank Sentral Amerika Serikat atau federal Reserve (The Fed), yang menahan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) di kisaran 3,5% hingga 3,75%.

Keputusan tersebut melemahkan pasar keuangan global, baik pasar saham, obligasi, maupun valuta asing (valas), terutama di emerging market termasuk Indonesia.

Sementara dari dalam negeri, konsensus pasar memperkirakan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di kisaran 5,50%.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi cenderung melemah dengan bergerak di  kisaran level support 6.100 hingga level resistance 6.200. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Tim Piala Dunia Iran Mengaku Diperlakukan Tidak Adil  

BRIEF.ID – Tim Piala Dunia Iran mengaku diperlakukan secara...

Tanpa Kehadiran Christian Pulisic, AS Kalahkan Australia 2-0 di Piala Dunia 2026

BRIEF.ID – Tim nasional sepak bola Amerika Serikat (AS)...

Penonton Terlantar Akibat Tiket Piala Dunia 2026 Tidak Pernah Sampai

BRIEF.ID – Bina Ramroop menangis tersedu-sedu ketika menyadari tidak...

Presiden Donald Trump Perkenalkan Pesawat Kepresidenan Air Force One Baru

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkenalkan...