BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus zona hijau setelah membukukan kenaikan 44, 30 poin atau 0,72% ke level 6.206,35 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5/2026).
Sementara itu, nilai tukar Rupiah masih terpuruk setelah melemah tipis 0,15% ke Rp 17.744 per Dolar AS meski Dolar AS turun terhadap sebagian besar mata uang Asia. Bursa Asia mencatatkan lonjakan signifikan di mana Nikkei naik 2,87% dan Taiex menguat 3,26% seiring meningkatnya optimisme terwujudnya perundiingan damai AS-Iran.
Sebanyak 271,9 juta lot saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp16,25 triliun. Saham top gainers LQ45 adalah AMMN, BBTN, ISAT, MDKA, ADMR, EXCL, SCMA. Sedangkan top losers yakni AMRT, BRPT, DEWA, CUAN, MEDC, WIFI, dan INKP.
Finansial rebound menjadi sektor terkuat setelah naik 1,42% didukung saham-saham BRIS, BBTN, BBRI, BBCA, BBNI, BMRI, dan BTPS. Sedangkan sektor energi tenggelam paling dalam setelah turun 2,04%. Ada pun saham sektor yang terpuruk, di antaranya MEDC, ITMG, BIPI, ADRO, ELSA, INDY.
Bursa Asia
Saham Asia melonjak sementara dolar AS dan harga minyak merosot karena prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran meningkatkan selera risiko. Meskipun kurangnya kejelasan tentang kapan Selat Hormuz akan dibuka membuat antusiasme tetap terkendali.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington dan Iran telah “sebagian besar menegosiasikan” nota kesepahaman tentang kesepakatan yang akan membuka kembali jalur Selat Hormuz.
Chris Weston, kepala riset Pepperstone, mengatakan pasar menjadi kurang fokus pada waktu penyelesaian dan malah memperhatikan nada berita utama.
“Nada berita secara konsisten mengarah pada semacam penyelesaian… Kami menjadi sangat sabar menunggu tenggat waktu penyelesaian,” kata Weston.
Sepanjang tahun ini, harga minyak telah mengarahkan pasar secara lebih luas karena investor menelaah sinyal yang seringkali bertentangan dari Washington dan Teheran. Kedua pihak terkunci dalam negosiasi sejak gencatan senjata yang rapuh diberlakukan pada bulan April.
Pekan lalu, Barclays mempertahankan perkiraan harga rata-rata minyak mentah Brent tahun 2026 di $100, meskipun mereka mengatakan risikonya cenderung lebih tinggi.
Kenaikan harga energi sejak konflik dimulai dan risiko bahwa gangguan berkepanjangan akan membuat harga tetap tinggi telah mendorong para pedagang untuk bertaruh pada kenaikan suku bunga di pasar negara maju dan berkembang.
Pasar sekarang sepenuhnya memperkirakan kenaikan 25 basis poin dari Federal Reserve (The Fed) pada Januari 2027. Sebuah perubahan tajam dari ekspektasi sebelum permusuhan meletus pada akhir Februari. Saat itu Fed diperkirakan 2 kali memangkas suku bunga tahun ini.
Saham Asia, indeks Nikkei225 (Jepang) naik 2,87% ke 65.158; Topix (Jepang) menguat 1,29% ke 3.942; Shanghai Composite (Tiongkok) naik 0,96% ke 4.152; Shenzhen Component (Tiongkok) naik 1,66% ke 15.856; CSI 300 (Tiongkok) +1,58% ke 4.921; Hang Seng (Hong Kong) dan Kospi (Korsel) libur; Taiex (Taiwan) naik 3,26% ke 43.644; dan S&P/ASX200 (Australia) +0,40% ke 8.692.
Mata uang Asia, Yen naik 0,15% menjadi 158,94 per Dolar AS; SGD naik 0,20% menjadi 1,2774 per Dolar AS; AUD menguat 0,56% ke posisi 0,7167 per Dolar AS; Rupiah melemah 0,15% menjadi 17.744 per Dolar AS; Rupee melaju 0,42% ke 95,2912 per Dolar AS; Yuan menguat 0,20% ke 6,7841 per Dolar AS; Ringgit naik 0,40% ke 3,9520 per Dolar AS; dan Baht melaju 0,56% ke 32,4870 per Dolar AS. (nov)


