IHSG Menguat Tipis Ditopang Saham Sektor Konsumsi

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat tipis pada sesi I perdagangan Kamis (9/7/2026), ditopang saham-saham sektor konsumsi.

Pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, IHSG terpantau menguat tipis 0,21% atau 12,32 poin ke level 5.886. Sebelumnya pada awal perdagangan IHSG dibuka melemah 0,13% atau 7,60 poin ke level 5.865.

Sepanjang sesi I perdagangan yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak variatif dengan menyentuh level tertinggi di 5.904, dan level terendah di 5.839.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 319 saham naik harga, 268 saham turun harga, dan 199 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 16,665 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.470.502 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,719 triliun.

Penguatan IHSG ditopang saham-saham sektor konsumsi, dan lapis kedua, yang masih diborong investor di tengah tekanan sentimen negatof global dan domestik.

Saham dua emiten (perusahaan tercatat) rokok raksasa, yakni PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat kenaikan antara 2%-3%.

Harga HMSP ditutup menguat 3,01% atau FRp20 menjadi Rp685 per lembar, sedangkan GGRM melonjak 2,65% atau Rp425 menjadi Rp16.475 per lembar.

Selain itu, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga ramai diborong investor hingga mengalami kenaikan 1,52% atau 100 poin menjadi Rp6.675 per lembar.

Perkembangan terbari konflik Timur Tengah yang kembali memanas seiring serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran, telah memicu kenaikan harga minyak, dan indeks dolar AS hingga menekan bursa global, termasuk BEI.

Selain itu, data perekonomian Indonesia yang menunjukkan perlambatan, membuat investor memilih berhati-hati masuk ke pasar modal Indonesia, apalagi sejumlah lembaga investasi global telah mengeluarkan peringatan.

Paling baru, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia turun selama tiga bulan beruntun menjadi 117,8 pada Juni 2026 dari level 120,9 pada Mei 2026.

Untuk perdagangan  hari ini, IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas di kisaran level support 5.800 hingga level resistance 5.900. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Minyak Dunia Melonjak ke Level US$91,51 per Barel Imbas Serangan Terbaru AS ke Iran

BRIEF.ID - Harga minyak dunia melonjak ke level US$91,51...

Baru Menjabat 1,5 Bulan, Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

BRIEF.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati...

LPEM FEB UI Prediksi RDG-BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

BRIEF.ID - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

Indonesia Siap Terbitkan Panda Bond Perdana Senilai US$1 Miliar

BRIEF.ID – Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan Panda Bond perdana...