BRIEF.ID – Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) Megawati Soekarnoputri menerima Grand Collar Order of Timor-Leste, pada Kamis (9/7/2026 di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato di Dili, Timor Leste.
Penghargaan yang akan diserahkan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta merupakan penghargaan kenegaraan tertinggi yang dianugerahkan Pemerintah Timor-Leste kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki jasa luar biasa bagi perdamaian, persahabatan, dan hubungan internasional.
Penganugerahan ini menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi Megawati dalam membangun hubungan yang harmonis antara Indonesia dan Timor-Leste, setelah kedua negara melewati masa-masa penuh tantangan pada awal abad ke-21.
Bagi Timor-Leste, Megawati dikenang sebagai pemimpin Indonesia yang mengambil langkah-langkah penting dalam membuka babak baru hubungan bilateral. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia menunjukkan komitmen untuk membangun dialog, menghormati kedaulatan Timor-Leste, serta memperkuat kerja sama yang berorientasi pada masa depan.
Salah satu momentum bersejarah adalah kehadiran Megawati pada peringatan kemerdekaan Timor-Leste, 20 Mei 2002. Kehadiran Presiden Indonesia saat itu dipandang sebagai sinyal kuat bahwa kedua negara memilih jalan rekonsiliasi, meninggalkan konflik masa lalu, dan membangun hubungan sebagai dua negara bertetangga yang saling menghormati.
Sementara itu, Presiden Jose Ramos-Horta menilai bahwa kepemimpinan Megawati telah memberikan kontribusi penting bagi terciptanya stabilitas kawasan serta memperkuat kepercayaan antara Indonesia dan Timor-Leste. Penghargaan Grand Collar menjadi simbol apresiasi atas peran tersebut sekaligus penegasan bahwa hubungan kedua negara kini bertumpu pada kerja sama, persahabatan, dan saling menghormati.
Dalam kunjungannya ke Dili, Megawati juga dijadwalkan melakukan sejumlah agenda kenegaraan, termasuk pertemuan dengan Presiden Jose Ramos-Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmao, serta berdialog dengan masyarakat Indonesia di Timor-Leste. Rangkaian kegiatan itu mencerminkan eratnya hubungan diplomatik yang terus berkembang lebih dari dua dekade setelah Timor-Leste meraih kemerdekaannya.
Selama berada di Dili, Megawati didampingi Puti Guntur Soekarnoputri, Romy Soekarno, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuangan Bintang Puspayoga, Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR-RI Andreas H. Pareira, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, serta Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat Partai Andi Widjajanto.
Penganugerahan Grand Collar Order of Timor-Leste kepada Megawati Soekarnoputri tidak hanya menjadi penghormatan bagi seorang mantan kepala negara, tetapi juga simbol penting bahwa rekonsiliasi dapat menghasilkan hubungan yang lebih kuat dan produktif.
Di tengah dinamika geopolitik kawasan, penghargaan ini menunjukkan bahwa diplomasi, dialog, dan kepemimpinan yang berorientasi pada perdamaian mampu meninggalkan warisan yang melampaui masa jabatan seorang pemimpin.
Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dan Timor-Leste untuk terus mempererat hubungan bilateral di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, keamanan perbatasan, hingga kerja sama antar masyarakat. Penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah yang pernah memisahkan kedua bangsa kini telah berubah menjadi fondasi bagi persahabatan dan kemitraan strategis di masa depan. (nov)


