BRIEF.ID – Indeks di Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup beragam (mixed) pada perdagangan, Rabu (8/7/2026) seiring meningkatnya eskalasi politik di Timur Tengah.
Premi risiko geopolitik kembali menjadi sorotan setelah serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan peringatan keras Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.
Suasana agak membaik ketika Trump menyatakan tidak berpikir melanjutkan perang dengan Iran. Pemulihan saham-saham chip dan sektor teknologi, serta risalah Federal Reserve (The Fed) yang menunjukkan perdebatan yang terbagi rata mengenai prospek kebijakan moneter.
Indeks acuan S&P 500 turun 0,3% menjadi 7.481,46 poin, sementara Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip merosot 1,1% menjadi 52.348,09 poin. Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,2% menjadi 25.870,65 poin, membalikkan penurunan hingga 1,1%.
Saham-saham chip dan sektor teknologi rebound sehingga mendorong kenaikan pada Nasdaq Composite. Sementara itu, risalah rapat the Fed menunjukkan perdebatan yang terbagi rata mengenai prospek kebijakan moneter. Sebagian peserta setuju pada skenario di mana inflasi akan kembali mendekati target 2% dengan sendirinya, dan sebagian peserta juga melihat situasi di mana inflasi akan tetap tinggi karena permintaan yang kuat pada AI.
Harga minyak mentah ditutup menguat lebih dari 4% yang dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Trump mengatakan gencatan senjata telah berakhir dan AS melancarkan serangan terhadap Iran serta mencabut izin yang memungkinkan Iran menjual minyak mentah. Trump juga mengancam akan melakukan pengeboman terhadap Iran pada hari kedua dan memberlakukan kembali blokade angkatan laut AS sebagai balasan atas serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik lebih dari 4 bps ke level 4,571% akibat kekhawatiran meningkatnya kembali inflasi karena kenaikan harga minyak. Harga emas spot melemah 0,9% di level US$ 4.068 per troy ons, setelah dirilisnya FOMC minutes serta akibat kenaikan harga minyak dan inflasi. (nov)


