BRIEF.ID – Harga Bitcoin kembali naik di atas US$ 77.000 pada Senin (25/5/2026) setelah sempat anjlok mendekati US$ 74.000 akhir pekan lalu. Kenaikan ini didukung optimisme seputar kemungkinan terwujudnya perjanjian damai Amerika Serikat (AS)-Iran serta meningkatnya adopsi institusional pada derivatif kripto.
Mata uang kripto terbesar di dunia ini terakhir diperdagangkan naik 0,6% ke level US$ 77.444,0 pada pukul 13:48 WIB. Bitcoin pulih setelah sempat menyentuh level terendah US$ 74.346,5 pada hari Minggu (24/5/2026).
Pasar keuangan mulai stabil setelah muncul tanda-tanda bahwa pembicaraan yang bertujuan mengakhiri konflik Timur Tengah yang telah berlangsung hampir tiga bulan ini, menunjukkan kemajuan. Hal ini meredakan kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Ekuitas global menguat sementara harga minyak melanjutkan penurunan di tengah harapan bahwa arus pengiriman dapat kembali normal jika kesepakatan tercapai.
Meski demikian, sentimen pasar tetap berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pada akhir pekan bahwa tidak ada yang “terburu-buru” untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Iran, dan blokade AS di sekitar Hormuz masih berlanjut, sehingga meredam ekspektasi akan terobosan yang segera terjadi.
Kalangan investor terus memantau perkembangan seputar stok uranium Iran dan kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi aliran minyak mentah global.
Pasar kripto juga mendapat dukungan dari kabar bahwa Nasdaq PHLX menerima persetujuan bersyarat dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk mencatatkan opsi indeks Bitcoin yang diselesaikan secara tunai dengan ticker QBTC, menunggu persetujuan akhir dari Commodity Futures Trading Commission. (Investing.com/nov)


