IHSG Porak Poranda, Terkoreksi 102 Poin 

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) porak poranda pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/6/2026).  IHSG terkoreksi 102 poin atau 1,72% ke level 5.896, 13. Sebanyak 198,9 juta lot saham diperdagangkan dengan membukukan nilai transaksi sebesar Rp11,98 triliun.

Saham top gainers LQ45 yaitu BBCA, KLBF, BBRI, AMRT, ITMG, dan UNTR. Sebaliknya, saham top losers adalah CUAN, BRPT, MDKA, HRTA, DEWA, dan BUMI. Sektor keuangan satu-satunya yang menghijau setelah naik tipis 0,03%, yang didukung saham BBCA dan BBRI.

Sektor basic industry paling terpuruk setelah terkoreksi  paling dalam sebesar 5%. Saham-saham penekan sektor basic industry di antaranya IMPC, BRPT, TPIA, TKIM, JPFA, CPIN, dan INKP.

Sentimen negatif, antara lain berasal dari melemahnya indeks bursa Asia dan Eropa akibat tekanan jual saham sektor teknologi di tengah meningkatnya kekhawatiran pada  kenaikan biaya infrastruktur AI.

Tekanan pada saham sektor teknologi  memicu koreksi pada harga komoditas logam, yang mendorong koreksi saham terkait. Namun Rupiah ditutup menguat 0,04% ke level Rp17.918 per Dolar AS, yang dipicu  adanya operasi moneter Bank Indonesia (BI) melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Investor kini  menantikan sejumlah data ekonomi dari dalam negeri, yaitu indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan dan inflasi. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PLN EPI Bidik 60,6 Juta Ton Biomassa, Kembangkan Bioenergi hingga Biohidrogen dan Biofuel

BRIEF.ID - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI)...

Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut, Greenpeace Soroti Evaluasi BRGM dan Ancaman Karhutla

BRIEF.ID - NGO Greenpeace Indonesia akhirnya angkat bicara terkait...

DBS Foundation dan Mercy Corps Raih Apresiasi Program UMKM Perempuan di Surabaya

BRIEF.ID - Yayasan Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation...

Wagub Rano Temukan Persoalan Ketersediaan Air Bersih di Pulau Untung Jawa

BRIEF.ID - Persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi pekerjaan...