BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat dan menguji level 6.000 pada perdagangan Rabu (14/10/2026), seiring aksi investor yang kembali memborong saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps.
Pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG ditutup menguat 0,82% atau 48,31 poin di level 5.974. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,25% atau 14,70 poin ke posisi 5.940,68.
Selama sesi I perdagangan yang berakhir pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak lebih banyak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 6.009, dan level terendah di 5.906.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 391 saham naik harga, 227 saham turun harga, dan 170 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 18,136 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 884.898 kali, dan nilai transaksi sebesar rp6,231 triliun.
Penguatan IHSG terutama ditopang aksi borong yang dilakukan investor terhadap saham-saham big caps, yang sudah mengalami penurunan harga cukup signifikan.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Astra International Tbk (ASII) kembali aktif diburu investor.
Harga saham TLKM terpantau melonjak 2,23% atau Rp50 menjadi Rp2.290 per lembar, BBCA melesat 1,68% atau Rp100 menjadi Rp6.050 per lembar, dan ASII menguat 1,26% atau Rp60 menjadi Rp4.810 per lembar.
Meski mampu bertahan di zona hijau, IHSG diperkirakan rawan tekanan eksternal, seiring lonjakan harga minyak akibat memanasnya konflik Timur Tengah antara militer Arab Saudi dan kelompok militan Houthi Yaman.
Pada perdagangan hari ini, harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik sebesar 2,06% menjadi US$93,74 per barel di bursa New York Mercantile Exchange.
Sedangkan harga minyak dunia jenis Brent untuk pengiriman Desember naik 1,84% menjadi US$106,65 per barel di bursa London ICE Futures Exchange.
Selain itu, investor juga masih memasang mode wait and see atau menunggu rilis data inflasi AS hari ini. Diperkirakan inflasi inti AS naik dari 2,4% ke 2,5%, sedangkan inflasi umum naik dari 3,4% menjadi 3,6%.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak variatif di kisaran level support 5.950 hingga level resistance 6.050 dengan kecenderungan menguat terbatas. (Jea)


