Rupiah Balik Menguat Terhadap Dolar AS, Ditopang Hasil Lelang SUN

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (14/10/2026), ditopang oleh hasil lelang Surat Utang Negara (SUN).

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Intebrank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,10% atau 18 poin​ menjadi Rp17.918 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.900 per dolar AS.

Meski demikian, nilai tukar rupiah perlahan bebalik menguat terhadap dolar AS. Hingga pukul 11:30 WIB, kurs rupiah Jisdor terpantau berada di level Rp17.880, menguat 0,11% atau 20 poin dari level Rp17.900 pada penutupan perdagangan Selasa (13/10/2026).

Penguatan rupiah terhadap dolar AS ditopang oleh hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 13 Oktober 2026, yang menunjukkan tingginya permintaan investor.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan nilai penawaran yang masuk sebesar Rp64,86 triliun pada lelang SUN kemarin, meningkat 51,3% dari Rp42,87 triliun pada lelang SUN pada 29 September 2026.
Dari hasil lelang SUN tersebut, pemerintah mengangtongi Rp35 triliun.

Pergerakan rupiah hari ini tetap rawan tekanan eksternal, seiring kenaikan harga minyak dunia, dipengaruhi meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah, antara tentara Arab Saudi dan kelompok militan Houthi Yaman.

Seperti dilansir Anadolu, salah satu gedung administrasi milik Saudi Aramco di Dhahran, wilayah timur negara tersebut, menjadi sasaran serangan Ansarullah Yaman (Houthi) pada Selasa (12/10/2026) malam, dan memicu kebakaran dalam skala kecil.

Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran investor terhadap aksi balasan Arab Saudi, yang dapat membuat konflik Timur Tengah makin memanas, dan memicu lonjakan harga minyak dunia.

Pada perdagangan hari ini, harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik sebesar 2,06% menjadi US$93,74 per barel di bursa New York Mercantile Exchange.

Sedangkan harga minyak dunia jenis Brent untuk pengiriman Desember naik 1,84% menjadi US$106,65 per barel di bursa London ICE Futures Exchange.

Selain itu, investor juga masih memasang mode wait and see atau menunggu rilis data inflasi AS hari ini. Diperkirakan inflasi inti AS naik dari 2,4% ke 2,5%, sedangkan inflasi umum naik dari 3,4% menjadi 3,6%.

Untuk perdagangan hari ini, kurs rupiah diprediksi bergerak fluktuatif di kisaran level Rp17.850 per dolar AS hingga level Rp17.950 per dolar AS dengan kecenderungan menguat terbatas. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Menguat Uji Level 6.000, Investor Kembali Borong Saham-Saham Big Caps

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Pemerintah Raup Rp35 Triliun dari Lelang SUN, Penawaran Meningkat 51%

BRIEF.ID - Pemerintah meraup Rp35 triliun dari lelang Surat...

Indonesia Lepasliarkan 20 Penyu Hijau Usai Gagalkan Penyelundupan di Bali

BRIEF.ID – Otoritas Indonesia melepasliarkan 20 ekor penyu hijau...

Ramalan BaZi 2027: Geopolitik Memanas, Ancaman PHK hingga Harga Minyak Melambung

BRIEF.ID - Ramalan berbasis astrologi Cina atau BaZi memproyeksikan...