BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat hingga menembus level 6.300, dipicu aksi borong investor terhadap saham sektor properti, pada perdagangan hari ini, Selasa (21/7/2026).
Hingga akhir sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG ditutup melesat 1,41% atau 88,07 poin ke level 6.319. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,67% atau 41,79 poin di level 6.273.
Sepanjang sesi I perdagangan yang berlangsung selama 3 jam, IHSG terpantau bergerak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 6.321, dan level terendah di 6.247.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 387 saham naik harga, 224 saham turun harga, dan 181 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Adapun volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 30,962 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.762.226 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11.072 triliun.
Penguatan IHSG ditopang ekspetasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter, seiring digelarnya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) selama 2 hari, pada 21-22 Juli 2026.
Pelaku pasar berspekulasi RDG-BI akan kembali memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (Bps), seiring konflik Timur Tengah yang kembali memanas.
Ekspetasi itu, mampu meredam sentimen negatif lonjakan harga minyak dunia, dan indeks dolar AS. Pada perdagangan hari ini, harga minyak dunia jenis Brent dibuka di level US$88,42 per barel, sedangkan indeks dolar AS bertahan di level 100,97.
Sentimen positif juga datang dari luar negeri, seiring kabar AS dan Iran kembali menjajaki perundingan damai, setelah saling melancarkan serangan termasuk di sekitar perairan Selat Hormuz sepanjang pekan lalu.
Seperti dilansir Bloomberg News, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan telah menerima proposal dari mediator terkait konflik dengan AS. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS mengenai rencana tersebut.
Harapan investor bahwa RDG-BI akan kembali menaikkan BI-Rate membuat saham-saham sektor properti dan keuangan ramai diborong investor.
Di sektor properti, saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melesat antara 5% hingga 6%.
Harga saham SSIA di akhir sesi I perdagangan terpantau melesat 6,03% atau Rp105 menjadi Rp1.845 per lembar, sedangkan SMRA naik 5,23% atau Rp16 menjadi Rp322 per lembar.
Sementara di sektor keuangan, saham 4 bank besar juga diburu investor, terutama saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Harga saham BBRI melonjak 1,66% atau Rp50 menjadi Rp3.070 per lembar, BBNI menguat 0,84% atau RTp3.620 per lembar, dan BBCA naik 0,77% atau Rp50 menjadi Rp6.525 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat, dengan bergerak di kisaral level support 6.250 hingga level resistance 6.350. (Jea)


