BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat ke level 6.400 pada perdagangan hari ini, Kamis (23/7/2026), dipicu saham pertambangan dan properti, yang diburu investor.
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 1,51% atau 95,67 poin ke level 6.430. Sebelumnya di awal perdagangan, IHSG dibuka naik 0,19% atau 12,14 poin ke level 6.346.
Sepanjang 3 jam perdagangan yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG bergerak di zona hijau dengan menyentuh level tertinggi di 6.437, dan level terendah 6.338.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 450 saham naik harga, 166 saham turun harga, dan 177 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Adapun volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 34,810 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi 1.755.997 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11,898 triliun.
Lonjakan IHSG ditopang aksi investor yang memburu saham-saham unggulan, terutama di sektor pertambangan dan properti. Hal itu, dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia, dan kebijakan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 5,75%.
Di sektor pertambangan, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melonjak 4,00% atau Rp200 menjadi Rp5.200 per lembar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menguat 2,28% atau Rp1.570 per lembar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 0,82% atau Rp20 menjadi Rp2.450 per lembar.
Sementara di sektor properti, saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melonjak 4,48% atau Rp6 menjadi Rp140 per lembar, PT Ciputra Develompent Tbk (CTRA) menguat 3,45% atau Rp20 menjadi Rp600per lembar, dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) naik 3,42% atau Rp20 menjadi Rp605 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi tetap berada di zona hijau, dengan bergerak di level support 6.350 hingga level resistance 6.450. (Jea)


