BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat di bawah level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi pagi perdagangan Kamis (23/7/2026), ditopang respons positif investor terhadap kebijakan Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka menguat tipis 0,02% atau 3 poin menjadi Rp17.914 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.917 per dolar AS.
Penguatan rupiah terus berlanjut, hingga mampu ke luar dari level Rp17.900 per dolar AS. Hingga pukul 11:30 WIB, kurs rupiah Jisdor terpantau berada di level Rp17.891 per dolar AS, naik 0,14% atau 26 poin dari level Rp17.917 per dolar AS.
Sementara pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) belum banyak berubah. Pada pembukaan perdagangan Kamis (23/7/2027), rupiah offshore melemah terbatas 0,01% ke level Rp17.967/US$ pada 07.45 WIB.
Meski demikian, menjelang pembukaan pasar spot, rupiah offshore mendapat tenaga dan menguat 0,04% ke posisi Rp17.958/US$, pada 08.27 WIB.
Pergerakan rupiah sempat tertahan imbas lonjakan harga minyak mentah sebesar 2% ke level US$96 per barel pada hari ini, seiring serangan terbaru AS ke Iran.
Lonjakan harga minyak, sedikit menekan indeks dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 0,03% ke level 101,09, sehingga menjadi angin segar bagi mata uang dunia.
Pada perdagangan hari ini, mata uang Asia relatif bergerak menguat terhadap dolar AS, antara lain Won Korea Selatan (+0,3%), disusul Baht Thailand, Yen Jepang, Dolar Singapura, Yuan Tiongkok, dan dolar Hong Kong.
Penguatan rupiah juga ditopang kebijakan Bank Indonesia (BI), yang menjaga stabilitas rupiah di berbagai pasar, meskipun tidak menaikkan suku bunga acuan.
Berbagai kebijakan moneter dengan insentif yang diberikan BI diyakini akan mendorong masuknya aliran modal asing (capital inflow) terutama ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak menguat terbatas seiring perkembangan konflik Timur Tengah. Kurs rupiah diperkirakan bergerak di kisaran level Rp17.850 per dolar AS hingga Rp17.950 per dolar AS. (Jea)


