BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 2,81 poin atau 0,046% di level 6.127,38 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/5/2026).
Pelemahan IHSG terjadi di tengah penerapan kebijakan likuiditas rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Sebanyak 456,9 juta lot saham diperdagangkan dan membukukan nilai transaksi Rp 47,75 triliun. Saham-saham top gainers LQ45 terdiri atas BRPT, CUAN, AMMN, HRTA, ICBP, EXCL, dan WIFI. Sebaliknya, saham-saham top losers EMTK, BBTN, SMGR, MDKA, CPIN, JPFA, dan BBCA.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, meskipun terjadi tekanan jual terhadap beberapa saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI, namun koreksi tidak sedalam yang dikhawatirkan dan beberapa saham justru mengalami kenaikan.
Hal ini diduga karena rebalancing indeks MSCI sudah diantisipasi investor. Sentimen positif juga berasal dari penguatan mayoritas indeks di bursa Asia yang dipicu oleh kenaikan pada saham sektor teknologi di Wall Street, meskipun meningkatnya kembali ketegangan militer antara AS-Iran.
Selain itu, melemahnya harga minyak mentah juga menjadi faktor positif. Namun pelemahan nilai tukar Rupiah berlanjut hingga menyentuh level terendah di Rp 17.881 per Dolar AS di pasar spot.
Saham sektor kesehatan mengalami koreksi terbesar hingga 1,49%, sektor infrastruktur membukukan penguatan terbesar mencapai 2,89%.
“Secara teknikal, Stochastic RSI melanjutkan reversal ke arah pivot dan histogram negatif MACD berlanjut menyempit. Diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000-6.300 pada pekan depan,” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas. (nov)


