BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat tipis di bawah level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) imbas lelang Surat Berharga Negara Syariah (SBSB) atau Sukuk pada hari ini, Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, ditutup menguat tipis 0,08% atau 15 poin ke level Rp18.094 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.109 per dolar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah Jisdor dibuka melemah 0,03% atau 6 poin menjadi Rp18.115 per dolar AS pada awal sesi I perdagangan hari ini.
Sementara kurs rupiah di pasar spot menguat ke level Rp18.102 per dolar AS. Sedangkan rupiah di pasar luar negeri atau Non-Deliverable Forwards (NDF) terdepresiasi hingga hampir menyentuh level Rp18.200 per dolar AS.
Penguatan nilai tukar rupiah ditopang lelang SBSN atau Sukuk yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini. Pemerintah menargetkan dapat meraup dana sebesar Rp10 triliun lewat lelang Sukuk tersebut.
Target tersebut tergolong optimistis di tengah tengah kondisi pasar yang lebih menantang, setelah tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas, dan pelemahan rupiah yang mendekati angka Rp18.200 per dolar AS di pasar NDF.
Selain itu, penguatan rupiah juga ditopang oleh pengumuman S&P Ratings yang mempertahankan posisi peringkat utang Indonesia di level BBB. Penilaian tersebut menjadi angin segar bagi pasar keuangan RI.
Meski demikian, konflik Timur Tengah yang kembali memanas berpotensi menaikkan premi surat utang di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Apalagi konflik Timur Tengah kembali membuat harga minyak dunia melonjak. Pada hari ini, harga minyak dunia jenis Brent naik ke level US$84,2 per barel.
Untuk perdagangan hari ini, kurs rupiah diperkirakan menguat terbatas dengan bergerak di kisaran Rp18.060 per dolar AS hingga Rp18.170 per dolar AS. (jea)


