BRIEF.ID – Pemerintah mulai memetakan kebutuhan lahan dan infrastruktur untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot mengemukakan bahwa tanah seluas 24.000 hektare di Pulau Jawa telah diidentifikasi untuk mendukung pengembangan proyek PLTS skala besar beserta sistem penyimpanan energi baterai atau battery energy storage system (BESS).

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menyiapkan regulasi dasar berupa rancangan Peraturan Presiden (Perpres) guna mempercepat implementasi proyek energi surya tersebut.

“Kementerian ESDM sedang menyelesaikan rancangan peraturan presiden untuk percepatan pembangunan PLTS 100 gigawatt,” tutur Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (29/5).

Menurut Yuliot, ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor krusial dalam rangka pengembangan pembangkit energi baru terbarukan (EBT), khususnya PLTS skala utilitas yang membutuhkan area luas dan terintegrasi dengan jaringan transmisi listrik nasional.

Hasil identifikasi lahan dilakukan bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24 ribu hektare berdasarkan identifikasi yang dilakukan bersama Kementerian ATR/BPN,” katanya.

Dia menjelaskan lahan itu akan digunakan untuk mendukung tahap awal proses pembangunan PLTS sebesar 17 GW serta pengembangan BESS berkapasitas sekitar 33 GW.

Pemerintah saat ini juga tengah melakukan verifikasi lanjutan terhadap kesiapan lahan dan dukungan infrastruktur kelistrikan bersama PT PLN (Persero), terutama terkait konektivitas transmisi dan gardu induk.

“Yang terkait dengan transmisi dan gardu induk harus kita interkoneksikan dengan pembangkit yang akan dibangun di kawasan 24 ribu hektare ini,” ujar Yuliot.

Langkah percepatan PLTS 100 GW menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperbesar bauran energi baru terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Selain membuka peluang investasi energi hijau, proyek tersebut juga diperkirakan akan mendorong pengembangan industri penyimpanan energi baterai dan infrastruktur kelistrikan nasional dalam jangka panjang.

Pengembangan PLTS skala besar juga dipandang menjadi salah satu kunci untuk memenuhi target dekarbonisasi sektor energi dan mendukung komitmen net zero emission Indonesia dalam beberapa dekade mendatang. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bantah Ekspor Mineral Radioaktif, PT PMM Serahkan Dokumen Legalitas dan Ekspor ke Kejagung

BRIEF.ID - PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM) mendatangi Kejaksaan...

Air New Zealand – Singapore Airlines Perluas Jaringan Penerbangan Bersama

BRIEF.ID – Maskapai Air New Zealand (NZ) dan Singapore...

Tiongkok Ancam Selidiki Perdagangan Uni Eropa

BRIEF.ID – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengancam akan...

Gubernur Bank of England Sambut Baik Penurunan Taruhan Kenaikan Suku Bunga

BRIEF.ID – Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey...