BRIEF.ID – Harga emas dunia turun tajam hampir 3% pada perdagangan Senin (13/7/2026) di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, Selasa (14/7/2026) kondisi ini dipicu oleh melonjaknya harga minyak setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang memicu kekhawatiran inflasi global akan kembali menguat.
Kenaikan harga minyak membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan peluang kenaikan suku bunga kembali meningkat.
Akibatnya, nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi menguat, sehingga daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi berkurang.
Harga emas spot turun sekitar 3% ke kisaran US$ 3.996,76 per troy ons, level terendah sejak awal Juli. Reuters juga melaporkan bahwa apabila harga minyak terus meningkat dan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan, harga emas masih berpotensi melemah lebih lanjut.
Pasar kini menantikan data inflasi AS dan pernyataan pejabat Federal Reserve sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. (nov)


