BRIEF.ID – Bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin (13/7/2026), dipicu penurunan saham teknologi. Indeks S&P 500 turun 0,8% menjadi 7.516,68 poin dan Nasdaq Composite. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham unggulan turun 0,3% menjadi 52.498,82 poin.
Di Wall Street, S&P 500 turun 0,8%, setelah mencatatkan minggu kenaikan keempat dalam lima minggu terakhir. Dow Jones Industrial Average turun 138 poin, atau 0,3%, dan Nasdaq composite yang didominasi saham teknologi turun 1,6% menjadi 25.873,18 poin.
Saham perusahaan chip seperti Micron Technology turut memimpin penurunan. Micron turun 4,4%, mengurangi kenaikan luar biasa sebesar 243,1% yang telah diraih sepanjang tahun ini.
Keuntungan riil berada di balik kenaikan seiring maraknya AI yang menciptakan lonjakan permintaan memori komputer dan komponen komputasi lainnya. Namun, kekhawatiran meningkat bahwa harga saham dinilai telah melonjak terlalu tinggi dan permintaan mungkin tidak berkelanjutan, jika AI tidak memberikan keuntungan dan produktivitas sebanyak yang diharapkan.
Saham Nvidia turun 3,5%. Nvidia merupakan saham terbesar di Wall Street berdasarkan nilai berkat euforia seputar AI, saham ini menjadi beban terberat di S&P 500.
Gelombang penurunan dimulai dari bursa Asia, di mana indeks Kospi Korea Selatan turun 8,9%. Penurunan tajam sebesar 15,4% dialami saham SK Hynix di Seoul, terburuk sejak mulai diperdagangkan pada tahun 1997.
Raksasa teknologi Korea Selatan itu baru saja meluncurkan sahamnya yang diperdagangkan di Amerika Serikat (AS), pada Jumat (10/7/2026), yang menghimpun dana US$ 26,5 miliar. Saham SK Hynix melonjak 13,1% pada hari pertama perdagangannya, tetapi turun 9,3% pada hari Senin (13/7/2026). (nov)


