IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas dan Rawan Konsolidasi

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan akan bergerak terbatas dan rawan konsolidasi lanjutan.

Pasar juga diperkirakan cenderung bersikap wait and see akibat sentimen global, fluktuasi nilai tukar dolar, dan dinamika rebalancing bursa.

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 6.200, pivot 6.100, dan support 6.000. Saham-saham yang diunggulkan di antaranya, CUAN, ESSA, RAJA, BIPI, dan PTRO.

“Sentimen negatif dari eksternal dan hasil pengumuman MSCI diperkirakan akan memicu IHSG berpeluang menguji level 6.000,” demikian riset Phintraco Sekuritas yang dirilis, Rabu (24/6/2026).

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 6.101,33 atau turun 0,25%) pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Rupiah ditutup melemah 0,09% di level Rp17.859 per Dolar AS.

Pemerintah mengumumkan pemberian stimulus ekonomi senilai total Rp 26.34 triliun melalui 8 program insentif. Stimulus ini terdiri atas insentif dalam bentuk pembebasan pajak bagi penulis hingga transportasi senilai Rp 2,04 triliun, program magang nasional yang dilanjutkan senilai Rp 6,26 triliun, dan bantuan pangan senilai Rp 18,04 triliun.

Secara rinci, paket stimulus berupa penetapan tarif khusus PPh final royalti sebesar 1,5% untuk penulis, diskon transportasi periode libur sekolah dan periode libur Nataru, insentif impor LPG dan bahan baku plastik, program magang, pelatihan vokasi, bantuan beras, serta bantuan stabilisasi harga dan pasokan pangan. Adanya stimulus ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga.

Hasil MSCI Annual Market Classification Review masih menempatkan Indonesia di Emerging Market, pada (24/6/2026). Namun menurut MSCI, para pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait kelayakan investasi di Indonesia.

MSCI mengakui reformasi transparansi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), termasuk keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC), dan menaikkan persyaratan free float minimum menjadi 15%.

MSCI akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan langkah-langkah tersebut dalam konteks penentuan free float dan penilaian kelayakan investasi yang lebih luas. Apabila kemajuan yang cukup tidak terlihat pada saat Review Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, termasuk konsultasi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Senat AS Dukung Resolusi Penghentian Aksi Militer di Iran

BRIEF.ID - Senat Amerika Serikat (AS) mendukung sebuah resolusi...

Bursa Wall Street Bergejolak, Investor Khawatirkan Potensi Kenaikan Suku Bunga

BRIEF.ID – Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat...

Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah, Jadi Pemain Pertama Pencetak Gol di Enam Piala Dunia  

BRIEF.ID – Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo berhasil mengukir...

Pemerintah AS Longgarkan Pembatasan Perjalanan Tim Piala Dunia Iran

BRIEF.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) melonggarkan sebagian pembatasan...